Kemenkes Ungkap Tantangan Tangani KLB Campak, Hoaks Vaksin Jadi Kendala Utama

Kemenkes ungkap tantangan tangani KLB campak
Sumber :
  • https://www.antaranews.com

Jakarta , VIVA Banyuwangi – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberkan sejumlah tantangan dalam kampanye penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai daerah. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk imunisasi hingga maraknya hoaks tentang vaksin disebut menjadi tantangan terbesar.

img_title BEM dan MPM Untag Banyuwangi Periode 2026–2027 Resmi Dilantik

“Edukasi yang harus disampaikan kepada masyarakat adalah bahwa vaksin campak aman dan efektif untuk mencegah penyakit yang bisa menimbulkan komplikasi serius, bahkan kematian,” ujar Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman saat dihubungi di Jakarta. Sabtu, 13 September 2025.

Aji menjelaskan, cakupan imunisasi campak belum mencapai target karena masih banyak masyarakat yang menolak vaksin. Keraguan itu diperparah dengan hoaks dan disinformasi yang beredar di media sosial.

img_title PAM Jaya Pasang 130 Ribu Sambungan Air Bersih, Target Layanan 100 Persen pada 2029

Selain itu, faktor sosial-budaya, kondisi rumah yang tidak memadai, hingga kasus gizi buruk ikut memperbesar risiko komplikasi campak. Menurut Aji, hal tersebut memerlukan intervensi lintas sektor agar bisa ditangani lebih komprehensif.

Di lapangan, keterbatasan tenaga kesehatan, anggaran, serta akses geografis juga menjadi tantangan. Beberapa daerah sulit dijangkau untuk pelayanan imunisasi maupun pengawasan.

img_title Kasus Korupsi Kredit Sritex, Kejagung Limpahkan 3 Tersangka ke Kejari Surakarta

Kapasitas petugas kesehatan pun bervariasi, terutama dalam mendeteksi dini kasus campak dan integritas data pengawasan.

“Kesulitan juga muncul saat Merujuk pasien dengan komplikasi ke fasilitas kesehatan. Ditambah lagi, masih ada kasus isolasi yang tidak dipatuhi karena campak dianggap penyakit ringan,” jelas Aji.

Untuk menekan angka kasus, Kemenkes gencar melakukan edukasi terutama kepada orang tua. Pesan utamanya adalah vaksin campak aman, efek samping ringan, dan terbukti mencegah komplikasi berbahaya seperti pneumonia hingga radang otak.

Mengutip dari laman antaranews.com, Kemenkes juga memperkuat surveilans campak-rubella melalui penyelidikan epidemiologi, pelacakan sumber penularan, isolasi kasus, hingga pemberian vitamin A bagi penderita.

Selain itu, dilakukan kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI), imunisasi kejar, dan penerbitan surat kewaspadaan dini ke seluruh Dinas Kesehatan provinsi serta kabupaten/kota. Upaya ini diharapkan mampu memutus rantai penularan dan menekan penambahan kasus campak.