Alasan! Mengapa Jokowi Kirim Gibran ke Singapura?
- YouTube @tvOneNews
Jakarta , VIVA Banyuwangi – Isu seputar ijazah Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat setelah seorang warga melayangkan gugatan hukum ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Gugatan tersebut mempersoalkan keabsahan ijazah Gibran dan menuntut ganti rugi hingga ratusan triliun rupiah.
Namun, di tengah polemik ini, fakta tentang riwayat pendidikan Gibran terungkap, sekaligus alasan mengapa Mantan Presiden RI , Joko Widodo ( Jokowi ) memutuskan untuk mengirim putra sekolah ke luar negeri.
Jokowi mengungkapkan, Gibran dikirim ke Singapura bukan karena alasan akademik semata, melainkan untuk melatih kemandirian dan mental.
Mantan Presiden RI, Joko Widodo, berharap dengan hidup terpisah dari keluarga, Gibran bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh.
Gibran Rakabuming Raka diketahui menempuh pendidikan SMA di Orchid Park Secondary School, Singapura, dan melanjutkan studi di University of Technology Sydney, Australia.
Keputusan Jokowi untuk menyekolahkan putranya di luar negeri ini bertujuan agar Gibran mampu hidup mandiri .
Jokowi percaya bahwa pengalaman hidup jauh dari orang tua adalah bekal berharga untuk masa depan Gibran.
“Saya sekolahkan anak saya di luar negeri karena ingin melatih agar mandiri, bisa hidup sendiri, dan beradaptasi dengan lingkungan baru,” ungkap Mantan Presiden RI, Joko Widodo. Dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews .
Jokowi menyanyangkan adanya pihak-pihak yang terus mempermasalahkan ijazah Gibran yang sudah beroperasi.
Mantan Presiden RI, Joko Widodo menjelaskan bahwa ijazah Gibran sah dan diakui oleh pemerintah, tidak ada alasan untuk mencerminkan kualifikasi pendidikan Gibran.
“Semua sudah klir, sudah jelas, dan sudah ada dari dulu,” tambah Jokowi. Sabtu, 13 September 2025.
Jokowi juga menganggap isu gugatan ijazah Gibran sebagai hal yang tidak penting.
Joko Widodo menyarankan agar masyarakat lebih fokus pada hal-hal yang produktif dan bermanfaat, pemerintah akan tetap bekerja keras untuk menyelesaikan masalah-masalah yang lebih besar dan mendasar.