Israel Gempur Sekolah UNRWA di Gaza, Hingga Rata dengan Tanah
- https://www.aljazeera.com/news/liveblog/2025/9/13/live-school-sheltering-displaced-palestinians-hit-by-israeli-strike
Gaza , VIVA Banyuwangi –Serangan udara Israel kembali menghantam sekolah yang dikelola Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dan dijadikan tempat pengungsian warga di Kota Gaza. Sabtu, 13 September 2025.
Selain sekolah, sebuah gedung perumahan bertingkat juga dilaporkan hancur dalam serangan tersebut. Pertahanan Sipil Palestina menyebut sedikitnya 50 bangunan bertingkat di Kota Gaza telah luluh lantak dalam beberapa pekan terakhir.
Di kawasan Zeitoun saja, lebih dari 1.500 rumah dan bangunan musnah sejak awal Agustus.
"Orang-orang hanya diberi waktu beberapa menit untuk keluar dari rumah yang ditandai sebagai target. Mereka lari ke jalan tanpa membawa apa pun, mencari tempat aman yang sebenarnya tak ada," kata jurnalis Al Jazeera di Gaza, Hani Mahmoud.
Korban jiwa terus bertambah. Data terakhir menyebutkan sedikitnya 11 warga sipil tewas dalam serangan terbaru di seluruh Gaza, termasuk seorang pria yang tengah mencari bantuan di Wadi Gaza.
Di Tepi Barat, kekerasan juga meningkat. Sejak 7 Oktober 2023, tentara dan pemukim Israel dilaporkan telah mengorbankan lebih dari 1.000 warga Palestina dan melukai hampir 10.000 orang.
Ribuan lainnya ditangkap, dengan lebih dari 3.500 ditahan tanpa dakwaan. Serangan Israel juga meluas hingga ke luar Gaza.
Pada pekan ini, Qatar menyerang dengan dalih sasaran Hamas. Aksi tersebut menuai kecaman internasional karena letaknya yang jauh dari negara.
“Ini bukan hanya serangan terhadap wilayah kami, tetapi juga pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” kata Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani. Seperti yang dilansir Al Jazeera.
Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman mengaku melancarkan serangan rudal hipersonik ke kota Jaffa, Israel. Militer Israel mengklaim berhasil mencegat rudal itu tanpa korban jiwa.
Sementara itu, aksi solidaritas terhadap Palestina terus menguat. Di Auckland, Selandia Baru, puluhan ribu orang turun ke jalan menuntut pemerintah menjatuhkan sanksi terhadap Israel.
PBB melalui Sidang Majelis Umum juga kembali menegaskan dukungan pada solusi dua negara, meskipun agresi Israel ke Gaza telah memasuki hari ke-708 dengan korban sipil yang terus berjatuhan.