Ratusan Ribu Warga Palestina Kembali ke Utara Setelah Gagal Bertahan di Selatan
- https://www.tvonenews.com/gallery-foto/berita/internasional/364569-miris-jumlah-jurnalis-yang-tewas-di-gaza-mencapai-240-orang-lebih-tinggi-dari-perang-dunia
Gaza , VIVA Banyuwangi – Kantor Media Gaza melaporkan bahwa lebih dari satu juta warga Palestina , termasuk sekitar 350.000 anak-anak, tetap memilih bertahan di Kota Gaza dan wilayah utara, menolak dipaksa pindah ke bagian selatan Jalur Gaza .
Kantor Media Gaza, menyebutkan bahwa Israel telah memaksa lebih dari 800.000 orang untuk pindah ke wilayah al-Mawasi, meskipun daerah tersebut tidak memiliki sarana hidup dasar. Jumat, 12 September 2025
“Lebih dari satu juta warga Palestina , termasuk 350 ribu anak, masih berada di Gaza dan wilayah utara, mempertahankan tanah dan rumah mereka, serta menolak rencana relokasi paksa,” pernyataan Kantor Media Gaza.
Pihaknya juga menyoroti bahwa Israel sebelumnya menyatakan jika pengungsian ini merupakan permanen.
“Pengungsian dinyatakan permanen, dengan larangan kembali ke Gaza maupun wilayah utara, hal yang dinilai sebagai kejahatan dan pelanggaran hukum internasional.” lanjut Kantor Media Gaza. Sabtu, 13 September 2025
Selain itu, kantor media tersebut mengungkapkan bahwa tim pemantau mencatat adanya warga kembali.
“Warga memilih kembali ke Kota Gaza dan Utara karena wilayah selatan ternyata tidak memiliki fasilitas dasar untuk menunjang kehidupan.” jelas pernyataan Media Gaza. Seperti dilansir dari antaranews.com
Data menunjukkan sekitar 68.000 orang terpaksa mengungsi ke selatan akibat bombardir dan ancaman.
Namun, lebih dari 20.000 di antaranya kembali ke wilayah asal setelah menemukan kondisi kehidupan di selatan tidak layak. Kamis, 11 September 2025.
Jumlah gabungan penduduk di Kota Gaza dan wilayah utara saat ini mencapai lebih dari 1,3 juta jiwa, terdiri dari 398.000 orang di Gaza Utara dan 914.000 di Kota Gaza.
Hampir 300.000 penduduk juga tercatat telah meninggalkan kawasan timur menuju bagian tengah dan barat kota.
Kantor Media Gaza menekan wilayah al-Mawasi di Khan Younis dan Rafah, yang memaksa Israel sebagai “zona kemanusiaan”, justru telah dibom lebih dari 109 kali sehingga menewaskan lebih dari 2.000 orang.
Wilayah selatan juga tidak memiliki rumah sakit, infrastruktur, maupun layanan dasar seperti tenda, air, makanan, listrik, hingga pendidikan.
Adapun zona perlindungan yang ditetapkan Israel hanya mencakup kurang dari 12 persen dari total luas Jalur Gaza.