Alami Rem Blong, 8 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Maut Rombongan RSBS Jember di Bromo
- www.antaranews.com
Probolinggo, VIVA Banyuwangi – Tragedi kecelakaan maut menimpa rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember saat perjalanan wisata dari Gunung Bromo, Minggu 14 September 2025. Bus pariwisata yang ditumpangi 52 penumpang mengalami rem blong di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Akibat kecelakaan tersebut, delapan orang meninggal dunia, 17 mengalami luka berat, dan sisanya luka ringan. Jenazah dan korban luka-luka dibawa dengan 23 ambulans menuju Jember untuk mendapat perawatan dan pemakaman.
Pemilik RSBS Jember, dr Faida, memimpin langsung penjemputan jenazah serta korban luka di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Moh. Saleh, RSU Ar-Rozy, dan RSUD Tongas Probolinggo.
"Ada 23 unit ambulans beriringan yang membawa jenazah dan korban luka-luka menuju RSBS Jember. Semua korban luka ringan di Puskesmas Sukapura dan Puskesmas Wonomerto sudah dibawa turun dengan Elf dan kendaraan lainnya," kata Pemilik RSBS Jember, dr Faida.
Ada 52 orang yang menjadi korban dengan rincian 8 orang meninggal dunia, 17 orang luka berat, dan sisianya mengalami luka ringan.
"Ada dua korban luka berat yang tidak dibawa ke RSBS Jember karena kondisinya belum stabil, sehingga masih menjalani perawatan di RSUD Tongas dan RSUD Moh Saleh," kata Pemilik RSBS Jember, sebagaimana dilansir dari antaranews.com
Ia juga mengaku sangat berduka, terlebih ketika harus menjemput jenazah salah satu petugas kebersihan RSBS, Hendra (37), yang meninggal bersama istri dan anaknya.
"Kebanyakan mereka yang pergi ke Bromo berpasangan. Mereka ingin rekreasi bersama keluarga, namun musibah terjadi. Saya lihat di lapangan, bus pariwisata menghantam pagar besi hingga roboh. Polda Jatim sudah langsung olah tempat kejadian saat kami tiba," imbuh dr Faida. Minggu, 14 September 2025.
Seluruh korban jiwa merupakan warga Kabupaten Jember. 8 korban meninggal dunia yakni Bela Puteri Kayila Nurjati (10) yang merupakan warga Desa Gebang Patrang, Hesti Purba Wredhamaya (39) ialah warga Desa Pancakarya Ajung, Hendra Pratama (37) merupakan warga Kelurahan Kepatihan, Kaliwates, Arti Wibowati (34) ialah warga Desa Glundengan, Wuluhan, Wardatus Soleha (35) merupakan warga Desa Serut Panti, Aiza Fahrani Agustin (7) ialah warga Desa Serut Panti, Desi Eka Agustin (33) merupakan warga Jenggawah, dan Nasha Azkiya Naygara (14) adalah warga Desa Baratan Patrang.