Kekosongan Kursi Menkopolhukam, Presiden Prabowo Hati Hati Dalam Memilih!

Kekosongan Kursi Menkopolhukam
Sumber :
  • YouTube @tvOneNews

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini mengalami kekosongan di posisi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

img_title Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Segera Tindak Tegas Tambang Ilegal di Hutan

Jabatan yang sangat strategis ini kosong setelah Budi Gunawan diberhentikan dari jabatannya.

Hingga kini, posisi tersebut masih diisi oleh pejabat ad interim, yakni Syafri Samsudin.

img_title Dua Jam Bertemu, Prabowo dan Macron Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Prancis

Posisi Menko Polhukam dianggap sebagai salah satu yang paling krusial karena mengoordinasikan berbagai institusi penting, termasuk TNI, Polri, dan badan intelijen.

Beberapa pengamat menilai bahwa penunjukan pejabat definitif memakan waktu lama karena Presiden Prabowo Subianto ingin mencari sosok yang benar-benar tepat.

img_title Indonesia Berencana Beli Minyak Rusia, Pertamina Bakal Tindak Lanjut Sesuai Arahan

Pengamat Intelijen dan Terorisme, Ridlwan Habib mengatakan, seorang calon Menko Polhukam yang ideal haruslah seseorang yang mampu mengelola dan mengatasi krisis.

Nanti harus memiliki kemampuan komunikasi yang kuat untuk meredam potensi konflik dan merupakan sosok yang sangat dipercaya oleh Presiden Prabowo.

"Penting memiliki seseorang yang dapat merespons isu-isu di media sosial, termasuk yang menargetkan generasi muda," ungkap Pengamat Intelijen dan Terorisme, Ridlwan Habib. Dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews.

Ridlwan Habib menambahkan, sosok Menko Polhukam yang baru juga akan menjadi sinyal bagi publik, baik di dalam maupun luar negeri, mengenai arah kebijakan pemerintahan Prabowo.

Publik berharap sosok yang dipilih mampu menjaga stabilitas dan keamanan negara di tengah berbagai tantangan.

"Penunjukan seorang tokoh militer dapat diartikan sebagai langkah otoriter oleh dunia internasional. Jadi, Presiden Prabowo harus sangat hati-hati," tutur Ridlwan Habib. Senin, 15 September 2025.

Publik berharap sosok yang dipilih mampu menjaga stabilitas dan keamanan negara di tengah berbagai tantangan.