Festival Ekonomi Syariah Jawa Jadi Mesin Baru, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Ekosistem Halal!
- antaranews.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi –Penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2025 di Surabaya mencatatkan kesuksesan besar. Bank Indonesia (BI) merilis data bahwa total penjualan produk dari 203 UMKM syariah yang berpartisipasi berhasil menembus Rp6,8 miliar.
Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Ibrahim, menyatakan bahwa sinergi pentahelix menjadi kunci penguatan ekonomi syariah.
“Konsistensi dan inovasi melalui sinergi pentahelix akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media menjadi kunci dalam memperkuat perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Jawa,” kata Ibrahim di Jakarta. Senin, 15 September 2025.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya kolaborasi untuk membangun ekosistem halal.
“Selain perguruan tinggi, sinergi pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi penting untuk mewujudkan ketersediaan bahan makanan di masyarakat,” kata Khofifah, seperti dilansir dari antaranews.com.
Selain penjualan langsung, acara yang digelar pada 12-14 September ini juga menghasilkan komitmen pembiayaan sebesar Rp29,66 miliar dan komitmen perdagangan senilai Rp25,66 miliar. Animo masyarakat juga tercatat sangat tinggi, dengan total pengunjung fisik mencapai 49.320 orang dan pengunjung online lebih dari 200.000 orang.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan ekosistem halal di Jawa Timur. Program yang perlu didukung antara lain adalah perluasan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) serta peningkatan jumlah Rumah Potong Hewan (RPH) yang bersertifikasi halal.
FESyar Jawa adalah bagian dari rangkaian acara menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 di Jakarta. Bank Indonesia bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) akan terus berkolaborasi untuk memperkuat rantai nilai halal demi mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia pada 2029.