Dapat Lampu Hijau dari DPR, Iklan Capaian Prabowo di Bioskop Dinilai Inovasi Tepat Sasaran!

Danang Wicaksana anggota DPR RI tanggapi iklan presiden di bioskop
Sumber :
  • antaranews.com

Jakarta, VIVA Banyuwangi –Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana, menilai penayangan iklan capaian kinerja pemerintah di jaringan bioskop sebagai sebuah inovasi dalam strategi komunikasi publik. Menurut Danang Wicaksana, langkah tersebut adalah upaya yang patut diapresiasi untuk menginformasikan hasil kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

img_title Iklan Pemerintah di Bioskop Diharapkan Jadi Media Informasi Publik yang Efektif

“Saya kira video (di bioskop) itu bagus. Tidak ada yang salah. Kan bioskop bagian ruang publik,” kata Danang Wicaksana di Jakarta. Senin, 15 September 2025.

Anggota Komisi V DPR tersebut menilai bahwa strategi komunikasi pemerintah harus beradaptasi dengan gaya hidup masyarakat modern yang tidak selalu memiliki waktu untuk mencari informasi secara aktif.

img_title Tak Hanya di Medsos, Pemerintah Kini Sampaikan Capaian Kinerja Lewat Layar Bioskop!

"Karena banyak masyarakat di tengah kesibukan, memang butuh informasi di berbagai ruang publik," sambung Danang Wicaksana, seperti dilansir dari antaranews.com.

Danang Wicaksana berpendapat bahwa pemerintah perlu melakukan terobosan agar informasi pembangunan dapat tersampaikan secara luas. Tanpa komunikasi yang baik, publik justru akan mempertanyakan kinerja pemerintah.

img_title Undangan Turnamen Golf DPR di Bogor, Rancamaya Klarifikasi dan Luruskan Fakta

Video yang menjadi perbincangan tersebut menampilkan cuplikan kegiatan Presiden Prabowo beserta data capaian program. Beberapa data yang disajikan antara lain produksi beras nasional yang mencapai 21,76 juta ton, operasionalisasi 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta peluncuran 80.000 Koperasi Desa Merah Putih.

Selain itu, video tersebut juga menginformasikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 20 juta penerima manfaat sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025. Tayangan ini diputar sebelum film utama dimulai, disertai peringatan agar penonton tidak merekam layar.