2 Kabar Baik untuk Rakyat! Pemerintah Subsidi Iuran BPJS Ojol, Bulog Jamin Stok Beras Aman!

2 Kabar Baik untuk Rakyat
Sumber :
  • YouTube @tvOneNews

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Pemerintah membawa kabar gembira bagi masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi.

img_title SABDA AI AISNU Jawa Timur Bekali Santri dan Media Pondok dengan Keterampilan Video AI

Kabar baik pertama datang dari sektor transportasi, di mana pemerintah berencana menanggung sebagian iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk para pengemudi ojek online (ojol).

Langkah ini merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi kuartal keempat yang berfokus pada perlindungan sosial bagi pekerja informal.

img_title Langkah-Langkah Mengganti Ban Mobil Kempes di Pinggir Jalan

Dengan terdaftarnya ojol sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, mereka akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja, jaminan kehilangan pekerjaan, dan jaminan kematian.

Program ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan perlindungan yang lebih baik bagi jutaan pengemudi ojol yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

img_title Cara Memperbaiki Kipas Angin Mati Total & Putaran Lemah

"Jadi nanti, pemerintah yang akan mensubsidi 50 persen dari iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk ojol," tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Erlangga Hartarto. Dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews.

Di sisi lain, video ini juga membahas soal ketersediaan beras di pasaran. Bulog dan Satgas Pangan Mabes Polri melakukan sidak ke sejumlah toko retail modern di Jakarta.

Untuk memastikan pasokan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) tetap aman di tengah kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan.

Direktur Utama Bulog, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdani, menegaskan bahwa stok beras di gudang mereka dalam kondisi baik dan kualitasnya terjaga.

Rizal menjamin bahwa beras SPHP masih tersedia dengan harga yang terjangkau.

"Beras SPHP kemasan 5 kg dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi, yaitu Rp 62.500 per kemasan," ujar Direktur Utama Bulog, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdani. Senin, 15 September 2025.

Sidak yang dilakukan oleh Bulog dan Satgas Pangan ini bertujuan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa tidak ada kelangkaan beras dan harga tetap stabil.

Ahmad Rizal Ramdani juga mengimbau agar masyarakat tidak panik dan membeli beras sesuai kebutuhan.

Pemerintah melalui Erlangga Hartarto dan Bulog melalui Ahmad Rizal Ramdani berharap, langkah-langkah ini dapat memberikan ketenangan dan stabilitas bagi masyarakat.

Baik dari sisi perlindungan sosial maupun kebutuhan pangan pokok.