Menteri LH dan Gubernur Bali Berkoordinasi, 2 Penyebab Banjir Denpasar Akhirnya Terungkap!
- YouTube @tvOneNews
Denpasar, VIVA Banyuwangi – Masalah banjir yang terus berulang di Bali, khususnya di Kota Denpasar, mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisal Murofiq, menggelar rapat koordinasi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk mengidentifikasi penyebab dan mencari solusi komprehensif.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa ada dua faktor utama yang memicu banjir di Pulau Dewata.
Pertama adalah perubahan lanskap di daerah aliran Sungai Ayung, yang merupakan hulu dari 45 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang melintasi Kota Denpasar.
Perubahan ini telah mengganggu aliran air alami sungai.
Faktor kedua yang diungkap adalah rendahnya tutupan hutan di kawasan DAS.
Menurut data yang ada, hanya sekitar 3% daerah aliran sungai yang memiliki pepohonan, padahal idealnya area resapan air harus mencapai 30%.
Kondisi ini membuat air hujan tidak dapat terserap dengan baik ke dalam tanah.
Wayan Koster, menyatakan bahwa pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam.
Wayan akan segera memerintahkan jajarannya untuk menelusuri dari hulu hingga hilir sungai guna menginvestigasi adanya pelanggaran atau alih fungsi lahan ilegal.
"Kami akan segera menindak tegas pihak-pihak yang melakukan pelanggaran. Penegakan hukum akan menjadi prioritas," tutur Gubernur Bali, Wayan Koster. Dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews.
Wayan Koster menambahkan bahwa langkah penelusuran ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terulangnya bencana banjir di masa depan.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik untuk perbaikan sistem drainase dan lingkungan secara keseluruhan di Bali.
"Banjir ini menjadi perhatian utama kami, dan kami berkomitmen untuk memberikan solusi yang berkelanjutan," ujar Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisal Murofiq. Senin, 15 September 2025
Dengan terungkapnya penyebab utama banjir dan adanya komitmen dari kedua pihak, diharapkan Bali dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi musim hujan di tahun-tahun mendatang.