Penyebab Kecelakaan Bus di Probolinggo Kini Tengah Diselidiki Polda Jawa Timur
- https://jatim.antaranews.com/berita/975005/polda-jatim-selidiki-penyebab-kecelakaan-tewaskan-8-orang-di-probolinggo
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Kecelakaan maut merenggut nyawa delapan orang penumpang bus rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RBSB) Jember.
Insiden yang terjadi di Jalan Raya Bromo, Kabupaten Probolinggo pada Minggu, 14 September 2025 tersebut kini tengah diselidiki Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur guna mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan.
Berdasar keterangan dari Kasubdit Gakkum Polda Jatim AKBP Septa Firmansyah, pihak kepolisian telah menerjunkan tim gabungan untuk meninjau lokasi kecelakaan.
Ia juga menjelaskan bahwa untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA) guna mengungkap penyebab peristiwa kecelakaan tersebut.
“Dengan TAA, kami bisa menelusuri kecepatan, posisi, hingga detik-detik terakhir sebelum bus itu berhenti. Ada 10 titik analisis yang kami gunakan. Kalau tak ada kendala, hasil segera bisa diketahui paling lambat tiga hari," jelas Septa di Probolinggo pada Minggu, 14 September 2025.
Selain TAA, lanjut Septa, penggunaan teknologi 3D Scanner juga telah dilakukan petugas ketika melakukan olah TKP untuk mengetahui proses terjadinya kecelakaan bus berisikan 52 orang yang disewa oleh rombongan karyawan RSBS tersebut.
"Kecelakaan itu tidak banyak melibatkan kendaraan, maka hasil dari olah TKP akan keluar dalam waktu tiga hari ke depan. Selama proses olah TKP, arus lalu lintas di lokasi kejadian ditutup total," terang Septa seperti dilansir dari ANTARA News Jatim.
Adapun insiden tersebut berawal dari kendaraan bus Hino IND’S 88 bernomor polisi P-7221-UG dikemudikan oleh Al Bahri dengan kernet Mergi yang membawa rombongan keluarga karyawan RSBS Jember berjumlah 52 orang penumpang berjalan dari arah barat ke timur.
Ketika telah sampai TKP yang berlokasi di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo pada saat kondisi jalan menurun dan menikung ke kiri.
Kemudian, bus mengalami gagal fungsi rem sehingga laju kendaraan tetap ke kanan menabrak pembatas jalan atau guardrail sebelah kanan jalan. Bus tersebut juga menabrak sepeda motor dengan nomor polisi N-2856-OE.
Akibatnya, delapan orang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Penumpang lainnya yang mengalami luka berat dan ringan dilarikan ke RSUD dr. Moh. Saleh, RSU Ar-Rozy, RSU Tongas, Puskesmas Sukapura, Lumbang dan Wonomerto.