Serap Aspirasi Kelompok Difabel, Pemkab Banyuwangi Gelar Rembuk Disabilitas

Pemkab Banyuwangi bersama kelompok difabel
Sumber :
  • https://jatim.antaranews.com/berita/975425/rembuk-disabilitas-jadi-wadah-serap-aspirasi-difabel-di-banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, konsisten dalam menggelar kegiatan rembuk disabilitas. Tujuan dari kegiatan tersebut ialah untuk menyerap aspirasi dan mencarikan solusi melalui program pembangunan daerah setempat atas berbagai permasalahan yang dibahas dalam rembuk.

img_title Ababil FC Sidowangi Mengamuk 3:0, PSPW Legend Wonorejo Tak Berdaya!

Forum rembuk disabilitas ini merupakan bagian dari komitmen dan upaya pemkab untuk menjadikan Banyuwangi sebagai kabupaten inklusif.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ketika kegiatan rembuk disabilitas yang dilaksanakan di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi pada Senin, 15 September 2025.

img_title Bukti Kekuatan Swadaya, Jembatan Rusak Penghubung Desa Sidowangi & Desa Bajulmati Diperbaiki Warga

"Kami berkomitmen agar fasilitas di Banyuwangi bisa melayani semua teman-teman disabilitas, intinya kami perlu kolaborasi, saling mengingatkan," ujar Ipuk.

Ia juga menjelaskan bahwa berbagai kebijakan senantiasa diupayakan supaya dapat berpihak kepada seluruh kelompok masyarakat, termasuk kelompok difabel, kendati di tengah keterbatasan anggaran yang ada.

img_title Banyuwangi Dipilih Jadi Lokasi Forum ASEAN-ID Blue, Bahas Pengembangan Ekonomi Biru

Lebih lanjut lagi, Ipuk menegaskan bahwa pemerintah daerah setempat telah melakukan upaya untuk menguatkan keberpihakan kepada kelompok difabel.

Salah satu upaya yang kini tengah dilakukan ialah akan segera diterbitkannya peraturan bupati sebagai landasan untuk menjamin hak-hak difabel.

"Bila memungkinkan akan kami Perda-kan juga, terima kasih atas saran-sarannya dari teman disabilitas, semoga Banyuwangi menjadi kota yang ramah untuk segala kelompok," tutur Ipuk seperti dilansir dari ANTARA News Jatim.

Dalam rembuk disabilitas tersebut dibahas lima isu utama. Kepala Bappeda Kabupaten Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo menjelaskan bahwa isu-isu yang dimaksud ialah kesehatan, pekerjaan, sosial, pemberdayaan, dan bidang-bidang lain yang terkait.

"Teman-teman ini mengupas lima bidang tersebut dari tiga sisi. persoalannya apa, faktanya seperti apa dan harapannya seperti apa. Insya-Allah akan kami akomodasi satu-persatu," terang Suyanto.

Bibit yang merupakan salah seorang perwakilan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia mengutarakan bahwa penyandang disabilitas di Banyuwangi kerap menghadapi sejumlah tantangan.

"Kami ingin agar disediakan transportasi publik yang ramah difabel, kami juga berharap agar pemkab lebih banyak memberikan alat bantu bagi para teman disabilitas, dan mengikutsertakan kelompok difabel dalam kampanye kesehatan bersama," ucap Bibit.