Cegah Stunting, Bangka Tengah Perkuat Program Lansia
- http://www.antaranews.com/
Koba, VIVA Banyuwangi –Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, mengintegrasikan program Bina Keluarga Lansia (BKL) dengan upaya percepatan penurunan angka stunting.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, dengan memanfaatkan peran aktif para lansia dalam keluarga.
Wakil Bupati Bangka Tengah, Efriadi, menjelaskan bahwa program BKL dikembangkan untuk mendorong lansia agar tetap aktif, sehat dan produktif.
Caranya adalah melalui berbagai pelatihan keterampilan, penguatan kelompok usaha, serta partisipasi dalam komunitas.
"Program BKL diarahkan agar para lansia tetap aktif, sehat dan produktif," ujar Wakil Bupati, Koba. Seperti dilansir antaranews.com.
Menurut Efriadi, peningkatan jumlah lansia di Indonesia, dari 9,78 persen pada tahun 2020 menjadi 11,75 persen pada tahun 2023, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah.
Oleh karena itu, pembinaan BKL menjadi kunci untuk menciptakan lansia yang tangguh, mandiri dan berkualitas.
Penguatan BKL ini dinilai selaras dengan program penurunan stunting.
Efriadi menyebutkan bahwa peran aktif lansia dalam keluarga dapat memperkuat pola asuh dan ketahanan keluarga, yang pada akhirnya mencegah lahirnya generasi stunting.
"Melalui pemberdayaan lansia, kami ingin menciptakan sinergi antar generasi, dimana pengalaman dan kearifan mereka dapat menjadi bekal penting dalam mendukung tumbuh kembang anak," kata Efriadi. Selasa, 16 September 2025.
Sinergi ini diharapkan menciptakan pola pengasuhan yang lebih baik dan berkelanjutan di lingkungan keluarga.