Badan Gizi Nasional Bentuk Tim Investigasi Khusus Tangani Kasus Dugaan Keracunan Program MBG

Badan Gizi Nasional Bentuk Tim Investigasi
Sumber :
  • YouTube @tvOneNews

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Badan Gizi Nasional (BGN) akan segera membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi.

img_title Peran Vital Nutrisi dan Gizi bagi Kesehatan Otak

Mendalam terhadap kasus dugaan keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pembentukan tim ini merupakan respons cepat terhadap beberapa insiden keracunan yang terjadi belakangan ini.

img_title Pendekatan Medis dan Alami dalam Cara Meningkatkan Memori Otak

Tim investigasi yang akan dibentuk melibatkan ahli kimia, ahli farmasi, dan ahli kesehatan.

Keberadaan tim khusus ini diharapkan dapat memberikan second opinion sebelum hasil resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait berbagai peristiwa keracunan dirilis.

img_title Pikun di Usia Remaja: Mitos atau Fakta?

Tim investigasi akan memfokuskan pemeriksaan pada menu makanan dan dapur-dapur MBG, mengingat kedua aspek ini kerap menjadi sumber keluhan.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan pentingnya langkah ini.

"Saya akan membentuk tim investigasi,” kata Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.  Rabu, 24 September 2025.

“Untuk masalah hal yang diduga keracunan dan juga tim investigasi di bidang menu makanan atau dapur," tegas Dadan Hindayana. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.

Dadan menambahkan, hal ini dilakukan karena sering beredar anggapan bahwa kualitas makanan program MBG bermasalah, padahal laporan yang diterima BGN menunjukkan sebaliknya.

Program MBG memang menjadi salah satu prioritas, namun insiden keracunan yang terjadi di beberapa daerah.

Seperti yang pernah disebutkan sebelumnya di Garut dan Banggai Laut, menjadi perhatian serius.

Oleh karena itu, BGN berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan kualitas layanan.

Pembentukan tim investigasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap program MBG.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya BGN untuk memastikan bahwa makanan yang disalurkan benar-benar bergizi dan aman untuk dikonsumsi, tanpa menimbulkan dampak negatif bagi para penerima manfaat.