Kasus Keracunan Massal MBG Terulang di Bandung, Puluhan Siswa Alami Mual dan Pusing

Kasus Keracunan Massal MBG Terulang di Bandung
Sumber :
  • YouTube @tvOneNews

Bandung, VIVA Banyuwangi – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi, kali ini menimpa puluhan siswa SMK Karya Perjuangan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

img_title Dukung Pangan Lokal, Kemenko Pangan Rancang Aturan Rantai Pasok Bahan Baku Program MBG

Insiden ini terjadi setelah para siswa menyantap paket makanan bergizi yang dibagikan.

Gejala yang dialami para siswa meliputi mual, muntah, dan pusing, menambah daftar panjang keluhan terhadap program tersebut.

img_title BGN Hentikan Sementara 1.780 SPPG Tidak Miliki IPAL hingga Belum Daftar SLHS

Peristiwa ini merupakan yang kedua kalinya terjadi dalam sepekan terakhir di wilayah tersebut.

Menu yang disajikan pada hari kejadian terdiri dari ayam, buah, nasi, dan sayur.

img_title Anggaran Rp113 Miliar untuk Sewa EO, Dadan Hindayana: Bagian dari Profesionalitas BGN

Namun, menurut salah satu warga, makanan MBG sudah terlihat basi saat akan disantap.

Meskipun demikian, sebagian siswa terpaksa memakan hidangan tersebut, yang kemudian berakibat pada munculnya gejala keracunan.

Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sari Kotimah, membenarkan adanya kejadian keracunan massal ini.

Konfirmasi dari pihak puskesmas menggarisbawahi keseriusan insiden yang menimpa para pelajar.

Salah satu siswa yang menjadi korban menceritakan pengalamannya.

"Makan daging sambal, tomat tahu sama nasinya. Terus banyak yang belum matang dan sambalnya agak basi," ungkap siswa SMK Karya Perjuangan Cipongkor, Reni. Kamis, 25 September 2025.

Siswa tersebut juga merasakan ketidaknyamanan setelah makan.

"Tadi udah kerasa enggak enak, mual-mual," tambah Reni. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.

Reni menyebut gejala muncul setelah Zuhur, dan mengaku masih merasakan pusing.

Akibat insiden ini, satu per satu siswa mulai mengalami sakit.

Mereka kemudian segera diberi pertolongan dengan meminum air kelapa muda sebagai upaya awal menetralkan racun.

Hingga saat ini, para siswa masih mendapatkan perawatan intensif di aula Kecamatan Cipongkor.

Kasus keracunan yang berulang ini menuntut evaluasi menyeluruh dan perbaikan mendesak dalam pelaksanaan program MBG.

Perlu adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan, guna memastikan keamanan dan kesehatan para penerima manfaat.

Kejadian ini menjadi alarm bagi pihak terkait untuk segera mengambil tindakan konkret agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.