BGN Jelaskan Alasan Penyerapan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Masih Rendah

BGN jelaskan alasan penyerapan anggaran program MBG rendah
Sumber :
  • https://www.tvonenews.com

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengungkapkan alasan penyerapan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) baru mencapai Rp13 triliun dalam delapan bulan terakhir. Padahal, pagu anggaran program tersebut untuk 2025 mencapai Rp71 triliun.

img_title Dukung Pangan Lokal, Kemenko Pangan Rancang Aturan Rantai Pasok Bahan Baku Program MBG

Melansir dari laman tvonenews.com, Nanik menegaskan pihaknya tidak ingin gegabah dalam menggunakan anggaran. Menurut Nanik, mempercepat penyerapan anggaran tanpa memperhatikan kualitas justru berisiko menurunkan mutu makanan yang disajikan.

“Kalau dipaksakan cepat, bisa-bisa kualitas makanan buruk dan malah berdampak pada kesehatan. Karena itu kami periksa dulu kelayakan dapur yang digunakan,” kata Nanik. Sabtu, 27 September 2025.

img_title BGN Hentikan Sementara 1.780 SPPG Tidak Miliki IPAL hingga Belum Daftar SLHS

Nanik menambahkan, BGN berhati-hati karena anggaran MBG bersumber dari pajak rakyat dan langsung berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Salah satu faktor yang membuat pelaksanaan tidak bisa dipercepat adalah proses sertifikasi dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Sertifikat dapur tidak bisa terbit cepat. Kalau dipaksa, dikhawatirkan kualitasnya tidak sesuai standar,” ujar Nanik.

img_title KPK Lirik Pengadaan 25 Ribu Motor Listrik BGN, Singgung Area Rawan Korupsi

Hingga akhir Agustus 2025, program MBG telah menjangkau 22,7 juta penerima di seluruh Indonesia melalui 7.644 SPPG. Sebagian besar penerima berada di Pulau Jawa dengan total 13,26 juta orang.

Sementara itu, di Sumatera tercatat 4,86 juta penerima, Bali dan Nusa Tenggara 1,34 juta, Sulawesi 1,7 juta, Kalimantan 1,03 juta, serta Maluku dan Papua 520 ribu orang.