Prabowo Tegaskan Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis Tak Boleh Dipolitisasi

Presiden RI, Prabowo Subianto
Sumber :
  • https://www.tvonenews.com/gallery-foto/berita/nasional/374885-presiden-prabowo-sebut-belanda-kembalikan-30-ribu-artefak-dan-dokumen-milik-indonesia

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Presiden RI Prabowo Subianto menilai kasus keracunan pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah merupakan persoalan besar yang harus segera ditangani.

img_title Aliansi Banyuwangi Menggugat Kepung DPRD dan Pemkab, Bawa 7 Poin Tuntutan untuk Pemerintah

Meski baru kembali dari lawatan luar negeri selama sepekan, Prabowo mengaku terus mengikuti perkembangan kasus tersebut.

Kepala Negara menyampaikan akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta sejumlah pejabat terkait guna membahas langkah penanganan yang lebih terarah.

img_title DPC GMNI Banyuwangi Soroti Dugaan Jual Beli Titik Lokasi MBG, Desak Pemerintah Lakukan Investigasi Menyeluruh

Menurut Prabowo, sejak awal memang terdapat beberapa kekurangan dalam program MBG, namun hal itu akan diperbaiki agar tujuan utama program tetap tercapai.

"Ini memang tantangan besar, wajar bila ada celah di awal pelaksanaan. Namun saya percaya kita bisa menuntaskannya dengan baik," kata Prabowo. Sabtu, 27 September 2025

img_title Gandeng Kampus, BGN: MBG Laboratorium Hidup untuk Riset dan Kajian

Presiden menekankan agar kasus ini tidak dipolitisasi. Ia mengingatkan bahwa program MBG dibuat semata-mata untuk membantu anak-anak yang sering kesulitan memperoleh makanan bergizi.

"Program ini jangan dipolitisasi, karena tujuannya membantu anak-anak yang kesulitan makan," ujar Prabowo. Seperti dilansir dari antaranews.com

Dalam beberapa pekan terakhir, tercatat peningkatan kasus keracunan di sejumlah daerah setelah siswa mengonsumsi menu MBG. Kondisi ini membuat banyak pelajar harus menjalani perawatan medis.

Menyikapi hal tersebut, BGN telah mengeluarkan sejumlah keputusan untuk memperketat pengawasan di lapangan.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, memastikan bahwa seluruh dapur mitra yang sebelumnya bermasalah telah menerima surat resmi.

"Verifikasi dapur kini lebih ketat. Dapur yang melanggar aturan akan langsung dihentikan tanpa kompromi," tegas Nanik.