4 Pesepak Bola Muslim yang Sukses Mencatat Sejarah Jadi Peraih Ballon d’Or
- www.viva.co.id
Sepak Bola, VIVA Banyuwangi –Ballon d’Or dikenal sebagai penghargaan individu paling prestisius di dunia sepak bola. Namun, tidak banyak pemain Muslim yang berhasil membawa pulang trofi bergengsi tersebut.
Dari sedikit nama yang ada, kisah perjalanan mereka begitu inspiratif, mulai dari prestasi di lapangan hingga kiprah di luar sepak bola.
Dilansir dari tvonenews.com, berikut empat pesepak bola Muslim yang sukses mencatat sejarah sebagai peraih Ballon d’Or.
George Weah – 1995
George Weah mencatat sejarah sebagai pemain Afrika pertama—dan hingga kini satu-satunya—yang meraih Ballon d’Or. Prestasi itu diraihnya pada 1995 ketika memperkuat AC Milan.
Selain dikenal berkelas di lapangan, Weah sempat menjadi mualaf sebelum akhirnya kembali memeluk agama Kristen. Selepas pensiun, ia terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai Presiden Liberia ke-25 dengan masa jabatan 2018–2024.
Zinedine Zidane – 1998
Legenda Prancis berdarah Aljazair, Zinedine Zidane, mengangkat Ballon d’Or usai membawa Les Bleus menjuarai Piala Dunia 1998. Zidane tumbuh dalam keluarga Muslim dan dikenal rendah hati, meski jarang membicarakan keyakinannya secara terbuka kepada media.
Karim Benzema – 2022
Karim Benzema, yang lama menjadi andalan Real Madrid, akhirnya meraih Ballon d’Or pada 2022. Penyerang asal Prancis itu tampil gemilang sepanjang musim dan membantu Los Blancos menjuarai Liga Champions.
Benzema dikenal sebagai Muslim yang taat, bahkan tetap berpuasa Ramadan di tengah padatnya jadwal pertandingan.
Ousmane Dembélé – 2025
Nama terbaru dalam daftar ini adalah Ousmane Dembélé. Winger asal Prancis yang membela Paris Saint-Germain (PSG) itu dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or 2025 berkat performa apik bersama klub dan timnas, termasuk ketika membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2025. Dembélé dikenal disiplin dalam menjalankan ajaran Islam, termasuk tetap berpuasa ketika bertanding.
Keempat nama tersebut menjadi bukti bahwa kesuksesan di sepak bola dunia tidak harus meninggalkan nilai-nilai spiritual. Mereka mampu berpegang teguh pada keyakinan sembari mencetak prestasi di level tertinggi.
Dengan semakin banyaknya pesepakbola Muslim berkiprah di level internasional, bukan mustahil nama lain seperti Mohamed Salah atau generasi muda berbakat akan segera menyusul. Salah sendiri sempat masuk nominasi Ballon d’Or 2025 dan menjadi pemain Liverpool dengan peringkat tertinggi di daftar 30 besar.