Sinergi Dua Tim Reformasi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo Pastikan Pembenahan Polri Bersama Komite Bentukan Presiden
- YouTube @tvOneNews
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Upaya percepatan reformasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menjadi prioritas.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa tim transformasi internal yang telah dibentuk oleh Polri akan bekerja sinergis.
Dengan Komite Reformasi Polri yang baru-baru ini dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini diambil sebagai respons atas desakan pembenahan menyeluruh terhadap institusi kepolisian.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memastikan, sinergi kedua tim ini difokuskan pada evaluasi internal kepolisian serta percepatan akselerasi pembenahan.
Seluruh temuan dan identifikasi masalah yang didapat dari tim internal Polri akan disampaikan secara terbuka kepada Komite Reformasi bentukan Presiden untuk dievaluasi bersama.
Jenderal Sigit menjelaskan bahwa langkah pembenahan ini tidak hanya berlandaskan pada temuan internal, tetapi juga mengakomodasi masukan dari berbagai elemen masyarakat.
Sigit menekankan pentingnya mendengarkan kritik dari publik sebagai bagian dari proses reformasi yang menyeluruh.
"Istana dari Menseknek juga sudah menjelaskan bahwa tentunya tim yang ada ini akan selaras,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Senin, 29 September 2025.
“Dan tentunya akan bisa mempercepat atau mengakselerasi apa yang menjadi harapan rekomendasi dan harapan," tambah Sigit Prabowo. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.
Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan asal rekomendasi yang akan digunakan sebagai landasan pembenahan tersebut,
"Rekomendasi tersebut tentunya kita peroleh dari masukan-masukan dari masyarakat, dari para pakar, dari pengamat-pengamat yang sering memonitor, mengkritisi Polri,” kata Kapolri Jenderal Polisi.
“Karena itu juga merupakan bagian dari suara-suara yang saat ini masih mewakili publik," tambah Kapolri Jenderal Polisi.
Dalam waktu dekat, Polri juga akan secara aktif melibatkan pihak eksternal untuk memperkuat upaya pembenahan.
"Beberapa hari ke depan kami akan mengundang koalisi masyarakat sipil untuk juga ikut berbicara memberikan masukan kepada kami,” lanjut Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Temuan-temuan dan identifikasi masalah yang ada akan dilihat oleh Komisi Reformasi Polri bentukan Presiden," tegas Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sinergi antara Tim Transformasi Reformasi Polri dan Komite Reformasi Polri bentukan Presiden Prabowo diharapkan dapat menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi bersama yang lebih komprehensif.