Penyerangan Brutal di Bandung Lukai Dua Warga, Pelaku Mengaku Dipengaruhi Miras
- YouTube @tvOneNews
Bandung, VIVA Banyuwangi – Aksi penyerangan menggunakan senjata tajam kembali mengguncang Kota Bandung, Jawa Barat, menyebabkan dua orang warga mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam.
Insiden brutal yang terekam CCTV ini terjadi pada malam hari di Pos Kamling Jalan Nuansa Emas Cipamongkolan, saat sejumlah warga sedang berkumpul dan berbincang.
Rekaman kamera pengawas memperlihatkan detik-detik kepanikan ketika dua pelaku tidak dikenal tiba-tiba datang mengendarai sepeda motor.
Tanpa peringatan, kedua pelaku langsung melakukan penyerangan brutal menggunakan senjata tajam jenis golok dan stik golf.
Akibat serangan mendadak itu, satu korban berinisial H mengalami luka sabetan di bagian punggung.
Pelaku kemudian melanjutkan aksinya ke lokasi kedua, di samping Bor Maci Pamongkolan, melukai korban lainnya yang sedang berbelanja di warung, dengan luka sabetan di bagian lengan kiri.
Pihak kepolisian berhasil mengamankan dua terduga pelaku, di mana salah satunya masih di bawah umur (namun tidak terbukti terlibat dan telah dipulangkan).
Dalam pemeriksaan mendalam, terungkap motif di balik penyerangan tersebut adalah rasa tidak nyaman yang ditimbulkan oleh kelompok motor yang sering membunyikan kendaraan bermotor dengan knalpot bising.
Pelaku utama ternyata adalah warga setempat, bukan anggota geng motor.
Mengutip hasil penyelidikan dari Pihak Kepolisian Kanit Reskrim Polsek Rancasari, Ipda Widodo Suratman, motif di balik penyerangan ini diungkapkan secara rinci,
"Hasil pemeriksaan kami, yang bersangkutan adalah terduga pelaku, itu warga setempat Cipamokolan, yang tinggalnya dekat dengan TKP Boruma,” kata Kanit Reskrim Polsek Rancasari, Ipda Widodo Suratman
“Dia tidak termasuk dalam geng motor ataupun apapun,” lanjut Ipda Widodo Suratman. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.
“Hanya, menurut keterangan dia, bahwa dia selama ini mendengar adanya kelompok motor yang sering membunyikan kendaraan bermotor malam ini sehingga tidak merasa nyaman,” tambah Ipda Widodo Suratman
“Tujuannya mungkin untuk menegur ataupun melakukan sweeping tapi dalam keadaan dia terpengaruh oleh minuman keras dan alcohol,” tegas Ipda Widodo Suratman.
"Sehingga dia melakukan hal-hal yang di luar daripada apa yang menjadi tujuan awalnya," tutup Widodo Suratman. Senin, 29 September 2025.