Prabowo Wajibkan Dapur MBG Punya Test Kit untuk Cegah Keracunan
- https://www.tvonenews.com/gallery-foto/ekonomi/375361-prabowo-klaim-mbg-berhasil-ciptakan-15-juta-lapangan-kerja-mau-kucurkan-anggaran-lebih-besar-lagi-uang-masuk-ke-desa
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh dapur penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memiliki alat uji (test kit) untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan ke sekolah, balita, dan ibu hamil.
Kebijakan ini sekaligus memperkuat standar operasional (SOP) satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) agar kasus keracunan tidak kembali terulang.
“Kita bangga menjangkau 30 juta penerima, tapi juga prihatin karena ada kasus keracunan. Karena itu, seluruh SPPG dan dapur MBG harus dengan SOP yang jelas,” ungkap Presiden. Dilansir dari antaranews.com
Menurut Prabowo, kewajiban tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menertibkan SPPG yang terbukti masih melakukan pelanggaran SOP dan mengakibatkan insiden keracunan pada ribuan penerima manfaat.
"Semua peralatan wajib dicuci dengan standar modern, setiap dapur harus memiliki test kit, dan makanan diuji dulu sebelum distribusi agar tidak ada lagi korba," kata Prabowo. Senin, 29 September 2025.
Presiden juga mengumumkan capaian program MBG yang hingga saat ini telah menjangkau 30 juta penerima manfaat.
"Pencapaian 30 juta penerima memang patut kita syukuri, tapi target kita masih 82 juta. Saya sebagai Presiden tetap sedih karena 50 juta anak dan ibu hamil masih menunggu giliran," ujar Prabowo.
Prabowo mengingatkan agar pelaksanaan program tidak dipaksakan lebih cepat dari kemampuan penyelenggara, sebab risiko penyimpangan bisa lebih besar.
Penyimpangan yang ia maksud merujuk pada pelanggaran SOP yang dilakukan sejumlah SPPG dan mengakibatkan lebih dari 5.000 penerima MBG terdampak keracunan sejak Januari hingga September 2025.
Data Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, sepanjang Januari–September 2025 terdapat 70 insiden keamanan pangan yang menimpa 5.914 penerima MBG.
Kasus terbanyak terjadi di Pulau Jawa dengan 41 kejadian dan 3.610 korban.
Penyebab utama keracunan berasal dari bakteri e-coli, salmonella, staphylococcus aureus, bacillus cereus, serta kontaminasi air yang mengandung coliform dan bakteri lainnya.