Khofifah Targetkan Pelebaran Jalan Buduan-BTS Bondowoso Rampung Tepat Waktu, Melebihi Target Progres
- https://www.tvonenews.com/daerah/jatim/375282-pelebaran-jalan-buduan-bts-bondowoso-berprogres-348-gubernur-khofifah-targetkan-rampung-sebelum-penyelesaian-exit-tol-besuki?page=1
Bondowoso, VIVA Banyuwangi –Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat infrastruktur wilayah timur semakin nyata dengan adanya proyek pelebaran Ruas Jalan Buduan–Batas Kabupaten Bondowoso (Link 35.061). Sabtu, 27 September 2025, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau perkembangan proyek ini. Kunjungan tersebut turut dihadiri Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Kepala Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaja.
Dalam peninjauan itu, Gubernur Khofifah tidak sekadar melihat dari kejauhan, tetapi menyusuri sepanjang ruas jalan untuk memastikan kondisi dan progres pengerjaan. Pekerjaan yang dilakukan mencakup pelebaran bahu jalan 1–2 meter, betonisasi, pembangunan dinding penahan tanah, rekondisi badan jalan, hingga overlay badan jalan. Total panjang penanganan proyek ini mencapai 6,25 kilometer.
Menurut Khofifah, proyek yang telah berjalan sejak Juli 2025 ini menjadi salah satu prioritas mengingat posisinya yang strategis. Ia menegaskan bahwa pengerjaan masih sesuai rencana dan bahkan progresnya telah melampaui target awal. “Insya Allah semuanya masih on the track. Per minggu ini realisasi fisiknya sudah mencapai 34,88%. Ini juga lebih dari target kita yaitu 33,14%,” tutur Khofifah, dikutip dari tvOneNews.
Proyek pelebaran jalan ini menggunakan anggaran APBD Pemprov Jatim sebesar Rp 11,779 miliar. Dana tersebut diarahkan tidak hanya untuk pelebaran jalan, melainkan juga peningkatan kualitas agar lebih tahan terhadap beban kendaraan berat. Dengan langkah ini, Pemprov Jatim berharap arus lalu lintas di kawasan timur Jawa semakin lancar dan aman.
Khofifah menilai, keberadaan Ruas Jalan Buduan sangat vital sebagai akses penunjang setelah Exit Tol Besuki dari Tol Probowangi resmi beroperasi. Lonjakan kendaraan diprediksi akan terjadi seiring bertambahnya pengguna jalan yang keluar dari pintu tol tersebut. “Saat Tol Probowangi sudah diresmikan dan banyak yang keluar lewat Exit Tol Besuki, intinya kita sudah bersiap,” ungkap Khofifah, dilansir dari tvOneNews.
Selain sebagai penghubung utama menuju wilayah Bondowoso dan Situbondo, proyek ini juga disiapkan sebagai jalur alternatif jika Jalan Nasional Gumitir ditutup total. Selama ini, Gumitir kerap menjadi jalur padat kendaraan antarwilayah. Dengan adanya peningkatan kapasitas jalan Buduan, arus lalu lintas akan lebih terdistribusi dengan baik sehingga risiko kemacetan dapat diminimalisir.