Letkol Teddy Dinilai Strategis dalam Lawatan Internasional Prabowo
- https://www.tvonenews.com/gallery-foto/berita/nasional/375404-staf-khusus-menag-ri-puji-peran-seskab-letkol-teddy-dalam-diplomasi-global-presiden-prabowo
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, menyoroti kiprah penting Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya dalam mendukung keberhasilan lawatan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara sahabat.
Gugun menilai peran Teddy tidak hanya administratif, tetapi juga strategis dalam memastikan setiap agenda diplomasi berjalan lancar.
Menurut Gugun, kehadiran Teddy menjadi salah satu faktor kunci yang membuat rangkaian kunjungan Presiden.
Menghasilkan capaian konkret, mulai dari komitmen investasi hingga kesepakatan internasional di berbagai sektor.
“Apresiasi saya untuk Letkol Teddy Indra Wijaya yang berhasil mendampingi Presiden sekaligus memastikan diplomasi membawa hasil konkret bagi Indonesia,” kata Gugun. Senin, 29 September 2025
Gugun juga menilai gaya kepemimpinan Teddy yang memadukan kecepatan, ketepatan, dan sikap diplomatis yang hangat menjadi modal penting di era diplomasi baru.
“Baik di PBB maupun hubungan bilateral, Letkol Teddy terbukti mampu menjembatani visi Presiden agar terwujud dalam praktik,” ucap Staf Khusus Menteri Agama RI. Dilansir dari antaranews.com
Gugun berharap momentum diplomasi tersebut tidak berhenti pada pencapaian politik dan ekonomi semata.
Tetapi juga ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama nyata di bidang keagamaan, pendidikan, hingga pengembangan umat.
Menurut Staf Khusus Menteri Agama RI, hal ini sekaligus membuka peluang Kementerian Agama RI memperluas jejaring di forum global.
Sebagai catatan, kunjungan Presiden Prabowo ke Osaka, Jepang, menghasilkan komitmen investasi sebesar 23,8 miliar dolar AS melalui Paviliun Indonesia Expo 2025.
Sementara itu, di New York, Amerika Serikat, pidatonya dalam Debat Umum PBB pada 23 September 2025 mendapat sorotan dunia karena dinilai berani dan tegas.
Di Kanada, tercapai kesepakatan ICA-CEPA yang menghapus tarif 90,5 persen produk Indonesia.
Sedangkan di Belanda, pertemuan dengan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima berhasil mengamankan kesepakatan pengembalian lebih dari 30.000 artefak budaya dan dokumen milik Indonesia.