30.000 Artefak dan Dokumen Bersejarah Indonesia Akhirnya Kembali dari Belanda, Prabowo: Ini Bentuk Itikad Baik
- YouTube @tvOneNews
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Setelah puluhan tahun tersimpan di negeri orang, kabar menggembirakan datang untuk Indonesia.
Sekitar 30.000 artefak dan dokumen bersejarah milik Indonesia akhirnya akan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, usai melakukan kunjungan kenegaraan ke Belanda pada Jumat, 26 September lalu.
Dalam lawatan tersebut, Presiden Prabowo diterima secara resmi oleh Raja Belanda, Willem Alexander, dan Ratu Maksima di Istana Huis Ten Bosch, Den Haag.
Pertemuan ini tidak hanya membahas isu-isu strategis bilateral, tetapi juga mengukuhkan kesepakatan mengenai pengembalian benda-benda budaya yang sebelumnya dibawa dari Indonesia oleh pihak Belanda.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa sambutan hangat dari Raja dan Ratu Belanda selama kunjungan itu menunjukkan hubungan harmonis antara kedua negara.
Presiden menilai bahwa keputusan Pemerintah Belanda untuk mengembalikan ribuan warisan budaya tersebut merupakan wujud komitmen untuk menjaga hubungan baik yang berkelanjutan.
“Keputusan Belanda untuk mengembalikan ribuan artefak tersebut merupakan bentuk itikad baik,” ujar Presiden RI, Prabowo Subianto. Selasa, 30 September 2025.
“Dan komitmen untuk menjaga hubungan bilateral yang harmonis antara kedua negara,” lanjut Prabowo. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.
Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengembalian ini adalah langkah penting dalam pemulihan warisan budaya.
Senada dengan Presiden, detail mengenai benda-benda bersejarah yang akan dikembalikan juga diungkapkan oleh pihak istana.
“Artefak yang akan dikembalikan meliputi benda-benda bersejarah dari Jawa, fosil, serta dokumen penting milik Indonesia,” ungkap Sekretaris Kabinet, Tedi Indrawijaya.
Tedi Indrawijaya menguraikan jenis koleksi yang akan segera diproses pengembaliannya.
Tedi Indrawijaya menjelaskan bahwa proses pengembalian akan dikoordinasikan melalui Menteri Kebudayaan dan diupayakan terealisasi secepat mungkin.
Meskipun proses pengembalian ini telah berlangsung cukup lama.
Kesepakatan final yang tercapai dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan otoritas Belanda ini menjadi penanda bahwa realisasi repatriasi akan segera dilakukan.
Peristiwa ini tidak hanya bernilai historis, tetapi juga menjadi momen istimewa dalam sejarah diplomasi budaya kedua negara.