Mengaku Semi Provost dan Ancam Warga dengan Pistol, Ternyata Senjata Api Hanya Korek Api
- YouTube @tvOneNews
Gowa, VIVA Banyuwangi – Sebuah insiden meresahkan terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Ketika seorang pria yang mengenakan pakaian menyerupai seragam semi-Provost Polri diduga mengancam seorang pengendara motor dengan senjata api jenis pistol.
Aksi arogan yang terjadi di Jalan Samata ini viral dan memicu kemarahan warga setempat.
Aksi pelaku terungkap setelah meneriaki pengendara motor yang melintas dengan kata-kata kasar.
Merasa tidak terima, korban pengendara motor tersebut memutar arah dan mendekati pelaku untuk meminta pertanggungjawaban.
Namun, alih-alih merespons dengan baik, pelaku justru mengeluarkan sebuah pistol yang bawa, membuat korban ketakutan dan situasi menjadi tegang.
Polisi yang segera menerima laporan dari warga langsung mendatangi lokasi kejadian dan berhasil mengamankan pria tersebut, yang belakangan diketahui berinisial AK.
Setelah proses interogasi, terungkap fakta mengejutkan mengenai identitas dan senjata yang digunakan pelaku.
AK di hadapan polisi mengaku bahwa ia bukanlah anggota Polri, melainkan seorang satuan pengamanan (security) yang bertugas menjaga di salah satu perumahan di Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa.
Lebih lanjut, senjata yang digunakan untuk mengancam korban dan meresahkan masyarakat tersebut dipastikan bukan senjata api sungguhan.
"Kami berhasil mengamankan pelaku berinisial AK di lokasi kejadian,” jelas Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Gowa, AKP Amir Rasyid. Selasa, 30 September 2025.
“Setelah diperiksa, senjata yang digunakan untuk mengancam pengendara motor di Jalan Samata itu ternyata hanyalah korek api," ujar Amir. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.
Amir mengonfirmasi temuan senjata palsu.
AKP Amir Rasyid menegaskan bahwa meskipun senjata yang digunakan palsu.
Tindakan mengancam dan menggunakan seragam mirip aparat negara untuk menakut-nakuti masyarakat adalah pelanggaran hukum.
Polisi akan terus mendalami motif dan tujuan pelaku mengenakan seragam semi-Provost serta mengancam pengendara motor di jalan umum.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan segera melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan aksi premanisme di jalanan.