Bertambah Satu Korban Meninggal Dunia Tragedi Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, RSUD Sidoarjo Rawat Puluhan Santri
- YouTube @tvOneNews
Sidoarjo, VIVA Banyuwangi – Pasca-insiden tragis ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Jumlah korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo terus bertambah.
Data manifestasi menunjukkan peningkatan korban luka dan yang paling menyedihkan, satu santri dikonfirmasi meninggal dunia.
Bangunan yang runtuh adalah gedung empat lantai yang masih dalam tahap pengerjaan proyek dan terletak di belakang kompleks pondok pesantren.
Keruntuhan terjadi sekitar pukul 15.00 sore setelah salat Asar berjemaah.
Diduga, ambruknya bangunan terjadi setelah dilakukan pengecoran beton di lantai empat, menyebabkan santri yang berada di musala lantai 2 terjebak di bawah reruntuhan.
Hingga malam hari, ambulans terus berdatangan ke RSUD Noto Sudiro Sidoarjo, membawa korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
“Data manifestasi korban terus bertambah seperti halnya kita lihat di belakang ini ada salah satu ambulans datang,” Jurnalis TVOne, Kumaidi. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.
“Dan memuat dua korban yang memungkinkan nanti akan data ini bertambah dari yang mulanya 34 saat ini sudah menjadi 37,” ujar Kumaidi. Selasa, 30 September 2025.
Kumaidi melaporkan kondisi terkini di RSUD.
Dari total korban yang berhasil diselamatkan, tercatat ada 24 korban, di mana 18 di antaranya mengalami luka ringan dan delapan orang menderita luka berat.
Sebagian korban luka ringan yang kondisinya membaik sudah diizinkan pulang ke rumah masing-masing.
Sementara itu, pihak rumah sakit juga mengonfirmasi adanya satu korban jiwa.
Korban meninggal dunia adalah seorang santri bernama Ibrahim, yang baru berusia 15 tahun dan merupakan warga Kalianyar, Surabaya.
“Salah satu di antaranya meninggal dunia bernama Ibrahim berusia 15 tahun warga Kalianyar Surabaya,” ungkap Jurnalis TVOne, Kumaidi.
“Dan jenazahnya saat ini sudah dibawa pulang ke rumah duka dan rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di Desa Lumayir, Bangkalan Madura,” lanjut kumaidi.
Kumaidi mengenai identitas korban meninggal.
Selain itu, Kumaidi juga melaporkan bahwa ada sekitar delapan orang korban yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Sidoarjo karena mengalami kondisi kritis.