Gara Gara Tagih Uang Rp30 Ribu, Kurir COD di Bekasi Dianiaya Pelanggan dengan Senjata Tajam
- YouTube @tvOneNews
Bekasi, VIVA Banyuwangi – Seorang kurir paket dengan sistem Cash on Delivery (COD) di wilayah Harapan Jaya, Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan oleh pelanggannya menggunakan senjata tajam.
Peristiwa mengerikan ini dipicu oleh cekcok mengenai pembayaran paket senilai yang sangat kecil, hanya Rp30.000.
Korban, yang diketahui bernama Irsyadanam, mendatangi rumah pelaku pada Jumat siang sekitar pukul 11.00 WIB untuk menagih biaya paket COD.
Pelaku yang tidak memiliki uang tunai meminta untuk membayar melalui transfer, namun korban meminta agar pembayaran segera dilunasi.
Kurir dari jasa ekspedisi J&T ini beralasan, bersikap tegas karena pelaku memiliki riwayat pembayaran yang sangat lambat.
Irsyadanam menjelaskan, insiden berdarah ini berawal dari penawarannya untuk memfasilitasi pembayaran non-tunai yang cepat.
"Pertama saya kan ngantar paket ke rumah pelaku. Setelah itu dia minta transfer,” tutur Kurir J&T, Irsyadanam. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.
“Minta transfer kan saya tawarkanlah pembayaran ke QRIS. Tapi dia enggak mau,” lanjut kurir. Selasa, 30 September 2025.
“Dia marah-marah karena marah-marahnya tuh karena dia merasa terhina karena dikiranya tuh transfernya lama gitu," tutur Irsyadanam.
Kurir menjelaskan awal mula konflik.
Cekcok lisan pun memanas, yang kemudian memicu tindakan kriminal. Pelaku mengambil senjata tajam sejenis mandau yang sudah disiapkan di dekat pintu.
"Nah setelah itu dia baru tuh mengambil sajam yang mandau itu. Lalu diarahin ke saya. Dia enggak terimanya karena saya minta buru-buru transfer," tambah Irsyadanam .
Aksi brutal pelaku tidak berhenti pada ancaman. Pelaku juga melontarkan ancaman pembunuhan terhadap Irsyadanam.
"Saya bunuh kamu gini, saya cincang-cincang kamu di sini. Cepat pergi," ungkap Irsyadanam.
Kurir menirukan ancaman pelaku.
Korban yang berusaha membela diri sambil merekam kejadian tersebut mengalami luka bacok dan tusuk di bagian tangan.
Setelah insiden, Irsyadanam segera melaporkan penganiayaan ini ke pihak kepolisian dan menjalani proses visum.
Menanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian memastikan akan menindaklanjuti kasus ini dengan serius.
“Ini sudah kita terima laporannya, sudah kita lakukan visum, sudah kita antar visum," tegas Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Brand Arnold Rondonuwu.