Angin Kencang Robohkan Sejumlah Stand di Acara Hari Jadi Kota Probolinggo, Tidak Ada Korban
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi – Angin kencang yang melanda kawasan Stadion Bayuangga Kota Probolinggo pada Senin 30 September 2025 siang, menyebabkan sejumlah stand dalam rangkaian acara Hari Jadi Kota Probolinggo ke-666 roboh berantakan. Kejadian berlangsung sekira pukul 14.20 dan menyebabkan 10 tenda di sebelah utara panggung ambruk, serta menimbulkan kerusakan ringan pada fasilitas dagangan para penjual.
Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Hal tersebut dikarenakan acara dijadwalkan langsung setelah maghrib. Sehingga saat kejadian berlangsung, Lokasi realtif sepi dan belum dipadati baik pengunjung maupun pedagang.
“Saya tahunya dari grup whatsapp UMKM. DKUPP menginformasikan bahwa beberapa tenda roboh dan kami diminta untuk datang ke Lokasi,” ujar salah satu penjual, Rizal secara eksklusif pada Banyuwangi.viva.co.id.
Rizal menambahkan kerusakan yang dialaminya berupa furniture yang patah, kursi yang rusak, dan kabel lampu yang terputus.
Hal serupa dialami pedagang yang berjualan di sebelah Rizal, yakni Almas. Almas menyebutkan bahwa kerusakan yang terjadi hanya berupa kerusakan kecil pada meja jualannya dan masih bisa diperbaiki.
“Memang tidak boleh dipaku karena lapangan bola, jadi Ketika terkena angin tendanya jomplang semua” terang Almas.
Petugas dan panitia langsung bergerak cepat. Sekitar satu jam pasca insiden, perbaikan sudah dilakukan dan situasi kembali normal sehingga para penjual dapat melanjutkan aktivitasnya.
“Kami langsung menangani seketika itu juga. Tenda sudah berdiri seperti semula agar acara tetap berjalan lancar dan aman. Ke depan, tim kami akan selalu siap siaga menghadapi berbagai kemungkinan,” ujar perwakilan Event Organizer EH, Elok secara eksklusif pada Banyuwangi.viva.co.id melalui pesan teks.
Satu jam pasca peristiwa, situasi kondusif kembali
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Kendati sebagian besar pedagang bisa kembali berjualan, ada satu penjual yang terpaksa tidak dapat melanjutkan aktivitasnya hari itu. Hal tersebut disebabkan keterbatasan waktu persiapan setelah kejadian.
“Saya tidak mengalami kerugian, namun karena berjualan makanan basah yang harus disiapkan mendekati waktu jual agar tidak cepat basi, saya tidak sempat menyiapkan dagangan untuk hari ini,” ujar penjual dawet, Gatot.