Gempa 6,5 Magnitudo Hentikan Perjalanan Empat Kereta Api di Daop 9 Jember
- https://jatim.antaranews.com/berita/979989/operasi-ka-aman-usai-gempa-guncang-wilayah-daop-9-jember
Jember, VIVA Banyuwangi –Guncangan gempa bumi dengan magnitudo 6,5 yang terjadi di tenggara Sumenep, Selasa, 30 September pukul 23.49 WIB, berdampak langsung pada operasional perkeretaapian di wilayah Jawa Timur. Setidaknya empat kereta api di bawah koordinasi Daerah Operasi (Daop) 9 Jember sempat berhenti mendadak demi keamanan.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk memastikan keselamatan. “PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember kembali melakukan langkah pengamanan terhadap perjalanan kereta api menyusul adanya gempa bumi,” katanya di Jember, Rabu.
Sebagai tindak lanjut, prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB) segera diberlakukan di jalur terdampak. Menurut Cahyo, pemeriksaan jalur menjadi prioritas. “Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi jalur, jembatan, terowongan, dan fasilitas operasi lainnya tetap dalam keadaan aman sebelum perjalanan dilanjutkan,” ujarnya, dikutip dari ANTARA News.
Empat rangkaian kereta api yang terkena dampak adalah KA 293 Tawangalun relasi Malang – Ketapang yang berhenti di KM 9+1 lintas Banyuwangi Kota – Argopuro, KA 210 Mutiara Timur relasi Ketapang – Surabaya Pasarturi yang terhenti di KM 23+6 lintas Mrawan – Garahan, KA 240F Ijen Ekspres relasi Ketapang – Malang yang berhenti di KM 117+5 lintas Malasan – Leces, serta KA 147 Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen – Ketapang yang sempat tertahan di KM 49+5 lintas Bangil – Pasuruan.
Pemeriksaan jalur langsung dilakukan oleh Unit Jalan dan Jembatan (JJ). “Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh petugas prasarana dari Unit Jalan dan Jembatan (JJ) pada Rabu pukul 00.35 WIB seluruh lintas dinyatakan aman untuk dilalui kereta api,” tutur Cahyo.
Meski jalur sudah kembali aman, penghentian sementara itu tetap menimbulkan keterlambatan kedatangan kereta di stasiun tujuan. KA Tawangalun terlambat 17 menit, KA Mutiara Timur tertunda 43 menit, KA Ijen Ekspres terlambat 45 menit, sedangkan KA Blambangan Ekspres terlambat 17 menit.
KAI menegaskan, penerapan BLB merupakan protokol standar keselamatan yang akan selalu dijalankan ketika terjadi bencana alam. Dengan langkah cepat itu, keselamatan penumpang dapat tetap terjamin meskipun perjalanan harus sedikit terganggu.