Produksi Padi dan Beras 2025 Meningkat, BPS Ungkap Prediksi hingga November

Ilustrasi Padi dan Beras
Sumber :
  • https://www.istockphoto.com/id/foto/butir-beras-mentah-dan-tanaman-padi-kering-di-atas-meja-kayu-gm872343048-243664747?searchscope=image%2Cfilm

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras untuk kebutuhan pangan masyarakat pada Agustus 2025 mencapai 3,24 juta ton.

img_title Ekonomi RI Meroket, Airlangga Bongkar Mesin Rahasia di Balik Lonjakan Investasi!

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menyakatan jumlah tersebut naik 9,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2,95 juta ton.

Kenaikan juga terlihat pada produksi padi. Pada Agustus 2025, produksi padi mencapai 5,63 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 9,90 persen dibandingkan Agustus 2024 yang tercatat 5,12 juta ton.

img_title Luar Biasa! Mentan Amran Beberkan Angka Pertumbuhan Fantastis di Era Prabowo

“Angka potensi produksi beras pada September–November 2025 diperkirakan 7,92 juta ton, naik 0,33 juta ton atau 4,41 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Habibullah. Rabu, 1 Oktober 2025

Habibullah juga menjelaskan, produksi beras sepanjang Januari–November 2025 diproyeksikan mencapai 33,19 juta ton. Angka tersebut naik 3,72 juta ton atau 12,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

img_title 2.729 Warga Kota Probolinggo Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu dari Pemkot

Sementara potensi produksi padi dalam periode September–November 2025 diperkirakan sebesar 13,74 juta ton GKG, meningkat 0,58 juta ton GKG atau 4,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi luas panen, pada Agustus 2025 tercatat 1,11 juta hektare. Luasan ini meningkat 9,18 persen dibandingkan Agustus 2024 yang sebesar 1,02 juta hektare.

“Sepanjang Januari hingga November 2025, luas panen padi diperkirakan mencapai 10,86 juta hektare,” ungkap Habibullah. Dilansir dari antaranews.com

Adapun potensi luas panen sepanjang September–November 2025 diperkirakan mencapai 2,54 juta hektare, bertambah 0,14 juta hektare atau 5,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Jumlah tersebut meningkat 1,17 juta hektare atau sekitar 12,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.” jelas Habibullah.

Meski begitu, Deputi Bidang Statistik Produksi BPS menegaskan bahwa angka potensi ini bisa berubah karena faktor hama, banjir, kekeringan, maupun waktu panen yang dilakukan petani.