Atasi Limbah, UNIB Ubah Sabut Kelapa Bengkulu Jadi Cocopeat dan Cocofiber
- http://www.antaranews.com/
Bengkulu, VIVA Banyuwangi –Universitas Bengkulu (UNIB) meluncurkan program pengabdian masyarakat dengan membangun fasilitas pengolahan limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi, yaitu cocopeat dan cocofiber.
Proyek ini dipusatkan di Desa Srikuncoro, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Ketua Tim Pengabdian UNIB, Prof. Mochamad Ridwan, menjelaskan pemilihan program ini didasarkan pada melimpahnya bahan baku di Bengkulu yang selama ini justru menjadi masalah lingkungan.
"Sabut kelapa di Provinsi Bengkulu masih berupa sampah belum termanfaatkan diolah dan menjadi bernilai. Oleh karena itu kami membangun pengolahan limbah sabut kelapa di Desa Srikuncoro," kata Prof. Ridwan, Bengkulu. Kamis, 2 Oktober 2025.
Prof. Ridwan menambahkan, Bengkulu yang memiliki banyak destinasi wisata pantai dengan menu kelapa muda membuat limbah sabut kelapa menumpuk cepat di tempat pembuangan akhir (TPA).
Keberadaan Desa Srikuncoro di Kecamatan Pondok Kelapa, yang memang dikenal sebagai penghasil komoditas kelapa, memperkuat alasan dipilihnya lokasi ini.
Anggota Tim Pengabdian UNIB, Dr. Yarjohan, menyatakan bahwa peran UNIB tidak hanya sebatas menyediakan peralatan pengolahan.
"Kami juga memberikan pelatihan dan pendampingan dari awal sampai ke depannya, termasuk menyediakan pasar untuk produk cocopeat yang dapat menjadi media tanam dan juga cocofiber," jelas Dr. Yarjohan. Seperti dilansir antaranews.
Produk cocofiber memiliki manfaat luas, mulai dari bahan baku tali tambang, sapu, kerajinan seni, hingga kebutuhan budidaya ikan gurami.
Kepala Desa Srikuncoro, Romadhan, menyambut baik inisiatif ini. Pemerintah desa bersama UMKM setempat mulai aktif menyerap limbah sabut kelapa di sekitar desa.
Kedepannya, mereka berencana memperluas jangkauan penyerapan limbah hingga ke sabut kelapa yang berserakan di sepanjang Pantai Panjang, Kota Bengkulu dan mengajak para pengusaha pemasok kelapa muda untuk berpartisipasi dalam program pengolahan ini.