Kuota FLPP Naik, Gen Z Kian Dekat dengan Hunian Impian
- https://www.tvonenews.com/gallery-foto/berita/nasional/376209-mendagri-tito-minta-pemerintah-daerah-aktif-awasi-program-makan-bergizi-gratis
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan, kebijakan penghapusan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Perizinan Bangunan Gedung (PBG).
Ini merupakan bentuk keberpihakan negara kepada generasi muda, khususnya Gen Z yang tengah berjuang memulai kehidupan mandiri.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respon atas keresahan anak muda yang selama ini menganggap kepemilikan rumah sulit diwujudkan akibat harga yang terus naik dan adanya biaya tambahan yang memberatkan.
Dengan dihapusnya dua jenis beban tersebut, pemerintah berupaya membuka akses lebih luas bagi generasi muda agar bisa segera memiliki hunian pertama.
“Gen Z sekarang punya peluang lebih besar untuk punya rumah sendiri. Hapusnya BPHTB bikin biaya awal beli hunian jadi lebih ringan,” kata Tito. Dilansir dari antaranews.com
Mendagri menjelaskan, pilihan hunian bisa dimulai dari rumah sederhana, seperti tipe studio atau dua kamar.
“Bila pendapatan meningkat, mereka bisa beralih ke rumah yang lebih nyaman. Hal utama adalah akses pertama untuk memiliki hunian kini semakin mudah,” tambah Tito. Kamis, 2 Oktober 2025.
Selain itu, pemerintah juga menambah kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 350.000 unit pada 2025.
Skema pembiayaan ini membuat cicilan rumah lebih terjangkau, sehingga generasi muda tidak lagi terlalu khawatir terbebani di awal kepemilikan.
“Rumah kini makin terjangkau setelah pajak dihapus dan pembiayaan dipermudah. Tinggal bagaimana Gen Z memaksimalkan peluang ini untuk segera punya hunian.” ujar Tito Karnavian