Pertamina Siapkan BBM Impor, SPBU Swasta Belum Realisasi Pembelian
- https://www.tvonenews.com/gallery-foto/ekonomi/375094-shell-indonesia-bantah-ada-phk-akibat-kebijakan-impor-bbm-3-akun-instagram-ini-dituding-menyesatkan
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memanggil sejumlah pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta untuk membahas keterlambatan pembelian base fuel dari bahan bakar minyak (BBM) impor yang telah disediakan Pertamina.
Langkah ini ditempuh menyusul belum adanya realisasi pembelian meski kesepakatan telah tercapai sebelumnya.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Jumat sore di Kantor Direktorat Jenderal Migas sekitar pukul 15.30 WIB.
Agenda utama adalah mendengar komitmen pengusaha SPBU terkait mekanisme pembelian base fuel dari Pertamina.
"Pertemuan nanti sore di Kantor Migas, kita tunggu saja. Keterangan yang lebih pasti mengenai kesepakatan akan saya sampaikan setelah rapat," kata Laode. Jumat, 3 Oktober 2025
Laode menambahkan, forum ini akan menjadi ruang negosiasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menyelaraskan kepentingan bisnis sekaligus menjamin ketersediaan BBM di pasaran.
"Rincian kesepakatan akan saya dapatkan secara menyeluruh saat rapat sore ini pukul 15.30 WIB," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Dilansir dari antaranews.com
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa SPBU swasta.
Seperti Shell, Vivo, British Petroleum (BP), dan Exxon Mobil, telah menyatakan kesediaannya membeli pasokan tambahan BBM dengan skema impor melalui Pertamina.
Kebijakan ini diambil untuk mengatasi kelangkaan BBM di sejumlah SPBU swasta sejak Agustus 2025.
Dalam rencana kolaborasi itu, SPBU swasta mengajukan syarat agar BBM yang mereka beli berbentuk base fuel murni, yang kemudian akan dicampur di tangki masing-masing SPBU.
Namun, hingga saat ini, belum ada satu pun SPBU swasta yang benar-benar mengeksekusi pembelian tersebut dari Pertamina.