Setelah Udang, Kini Cengkeh Indonesia Diduga Terpapar Cs-137
- https://www.istockphoto.com/id/foto/cengkeh-gm155826517-19429086?searchscope=image%2Cfilm
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Cesium-137 (Cs-137) akan segera memulai penyelidikan terhadap dugaan kontaminasi radiasi pada komoditas cengkeh.
Langkah ini dilakukan bersamaan dengan upaya penanganan kasus serupa pada produk udang beku asal Indonesia.
Temuan ini muncul setelah Pemerintah Amerika Serikat, melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), melaporkan adanya zat radioaktif Cs-137 pada pengiriman cengkeh dari Indonesia.
Informasi tersebut langsung direspons pemerintah dengan memperluas fokus investigasi satgas.
"Investigasi terhadap cengkeh akan segera kami jalankan, sementara penanganan udang tetap berjalan," ujar Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Bara Khrishna Hasibuan. Jumat, 3 Oktober 2025
Menurut Bara, laporan dari FDA mengenai kontaminasi cengkeh baru diterima pekan ini.
“Kami memperoleh informasi dari Pemerintah AS mengenai temuan radiasi pada cengkeh,” ungkap Bara
Sebelumnya, satgas masih berfokus pada penanganan kasus udang beku ekspor yang terdeteksi mengandung Cs-137 pada Agustus lalu.
"Kami akan segera melakukan penyelidikan atas temuan tersebut," kata Bara. Dilansir dari antaranews.com
FDA sendiri melaporkan bahwa cengkeh yang terpapar radiasi tersebut dikirim oleh PT NJS. Akibatnya, seluruh produk rempah dari perusahaan itu diblokir masuk ke pasar AS.
Kasus ini menambah daftar temuan kontaminasi pangan asal Indonesia, setelah sebelumnya FDA juga mendapati paparan Cs-137 pada udang beku yang diekspor PT Bahari Makmur Sejati (BMS).
Pemerintah Indonesia telah membentuk Satgas Cs-137 sejak kasus kontaminasi udang terungkap.
Investigasi sementara menunjukkan bahwa sumber radiasi berasal dari pabrik baja PT PMT di kawasan industri Cikande, Serang, Banten, yang menggunakan scrap metal.
Paparan ini diduga menyebar hingga ke fasilitas pengemasan makanan, serta diperparah oleh kontainer impor scrap yang terdeteksi mengandung Cs-137 di Pelabuhan Tanjung Priok.