BNPB Identifikasi Korban Robohnya Pesantren di Sidoarjo Tidak Bisa Dilakukan Instan

BNPB identifikasi korban robohnya pesantren di Sidoarjo
Sumber :
  • https://www.antaranews.com

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan proses identifikasi korban robohnya bangunan Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, membutuhkan waktu dan tahapan yang tidak bisa dilakukan secara instan.

img_title Lebih dari 11 Juta Pembaca Serap Narasi Positif Lumajang, Bukti Daerah Kecil Bisa Menginspirasi Nasional

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, meskipun sejumlah jenazah telah ditemukan, proses identifikasi tetap harus melalui pemeriksaan forensik dan administrasi sesuai prosedur.

“Tidak serta merta begitu ditemukan langsung disampaikan kepada keluarga. Ada prosedur yang harus diikuti,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta. Sabtu, 4 Oktober 2025.

img_title Tutup MQK Internasional Di Wajo, Menag Ajak Ribuan Santri Doakan Korban Al Khoziny

Suharyanto menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kesalahan identifikasi yang dapat menambah beban psikologis keluarga korban. BNPB juga telah menyampaikan prosedur ini kepada masyarakat dan orang tua santri terdampak dalam pertemuan sebelumnya.

“Setiap korban akan diidentifikasi dengan benar sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” tegas Suharyanto, sebagaimana dikutip dari laman antaranews.com.

img_title Kemensos Salurkan Bantuan Lengkap untuk Korban Pesantren Sidoarjo

Suharyanto menambahkan, transparansi informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik. Menurut Suharyanto, keluarga korban dapat menerima penjelasan tersebut karena memahami pentingnya ketelitian dalam proses identifikasi.

Sementara itu, data Badan SAR Nasional (Basarnas) hingga Jumat, 3 Oktober 2025 mencatat tim SAR gabungan telah mengevakuasi sembilan jenazah menggunakan metode gabungan antara pencarian manual dan bantuan alat berat.

Hingga Sabtu pagi, total korban dalam insiden robohnya bangunan Pesantren Al-Khoziny mencapai 167 orang. Dari jumlah tersebut, 104 orang dilaporkan selamat, 11 orang mengalami luka-luka atau masih menjalani perawatan, dan 13 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, sekitar 45 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.