Usaha Timbun Bensin Picu Kebakaran Besar, Empat Bangunan Hangus dan Satu Luka Bakar

Pemadam Kebakaran Berusaha memadamkan api
Sumber :
  • Dokumentasi Damkar Kota Probolinggo/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Kebakaran yang terjadi di Muneng, Kabupaten Probolinggo, pada Juma’at 3 Oktober 2025 sore diduga berawal dari aktivitas penimbunan bensin. Api bermula dari mobil pikap pengangkut bensin yang terbakar, lalu dengan cepat menjalar ke gudang penimbunan serta membakar dua rumah, sebuah bengkel, warung nasi, toko sembako, dan puluhan sepeda motor. Peristiwa ini menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

img_title Messi Akhirnya Buka Suara Usai Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Ungkap Luka yang Sulit Disembuhkan

Kobaran api mulai terlihat sekira pukul 17.00. Awalnya, warga mengira sumber api berasal dari korsleting listrik. Namun, setelah didekati, ternyata api berasal dari sebuah mobil pick up yang memuat bensin dan terbakar.

Neyman, penjaga toko kelontong yang saat itu tengah menimbun bensin, berusaha memadamkan api yang membakar mobil. Namun, upayanya justru berujung nahas karena api menyambar tubuhnya.

img_title Aston Villa Gerak Cepat Cari Pengganti Tielemans, Resmi Boyong Joao Gomes dari Wolves

“Akhirnya guling-gulin

Situasi setelah kebakaran hebat

Photo :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

img_title Harga Bawang Merah di Probolinggo Anjlok, Jadi yang Terendah Sepanjang 2026

Mobil pick up pemuat bensin yang diduga menjadi pemicu kebakaran

Photo :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

g menyelamatkan diri, sempat membuka baju juga dan akhirnya disiram oleh warga. Sekarang sedang dirawat di RSUD,” ujar warga yang rumah dan bengkelnya ikut terbakar, Suryanto, ekslusif pada Banyuwangi.viva.co.id

Suryanto menambahkan, pemilik toko sembako sekaligus kios bensin, Usman, sempat melarikan diri bersama mobil Avanza miliknya. Warga lainnya, Kursinawati, berusaha menghadangnya agar tidak kabur, namun upaya tersebut gagal.

Api yang berkobar dari arah selatan dengan cepat menjalar ke rumah bagian belakang dan depan. Angin yang kencang membuat kobaran api tak terkendali sehingga warga tak sempat menyelamatkan harta benda.

“Jumlah motor di bengkel terbakar ada 9, diperkirakan mencapai peralatan bengkel mencapai harga sekitar 100 juta termasuk onderdil dan oli, belum bangunan rumah dan isinya,” lanjut Suryanto.

Dalam kejadian ini, proses pemadaman melibatkan Damkar Kota Probolinggo, Redkar, dan dua unit Damkar Kabupaten. Api berhasil dikendalikan pada pukul 19.00 dan situasi dinyatakan kondusif pada 19.05.

Saat ini, pihak Polsek Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, masih melakukan pendalaman terkait kasus kebakaran tersebut. Polisi tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi, termasuk warga yang juga turut menjadi korban untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran.