Bupati Kudus Wajibkan CCTV di Dapur MBG

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis
Sumber :
  • https://www.tvonenews.com/gallery-foto/berita/nasional/376510-mayoritas-siswa-yang-diduga-keracunan-mbg-di-sdn-gedong-01-pasar-rebo-jaktim-kembali-bersekolah

Kudus, VIVA Banyuwangi – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya untuk dilengkapi kamera pengawas (CCTV).

img_title Gara-Gara Aturan Royalti, PO Hariyanto Hentikan Pemutaran Musik di Semua Armada

Langkah ini dinilai penting guna memastikan keamanan makanan sekaligus meningkatkan transparansi aktivitas di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain pemasangan CCTV, Sam’ani juga menekankan bahwa setiap SPPG wajib memiliki Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) agar standar kebersihan dan keamanan pangan benar-benar terpenuhi.

img_title Ada Apa dengan Pemerintah Korea? Seluruh Staf Kantor Presiden Resign Massal Hari Ini

Keberadaan SPPG sendiri menjadi bagian dari target Pemkab Kudus mewujudkan 81 dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah.

“Dengan adanya kamera CCTV, nantinya dapat dipantau oleh Pemkab, Polres, dan Kodim. Ini wujud pengawasan dan transparansi terkait aktivitas SPPG,” ujar Sam’ani. Sabtu, 4 Oktober 2025.

img_title Sunan Muria: Sang Wali dari Puncak Muria, Antara Kearifan dan Misteri

Sam’ani juga menegaskan bahwa langkah preventif mutlak dilakukan agar Kabupaten Kudus terhindar dari potensi kejadian luar biasa (KLB) dalam pelaksanaan program MBG.

“Kemarin rapat dengan Forkopimda serta dinas, membahas bagaimana di Kabupaten Kudus ini tidak terjadi KLB. Tentu kuncinya kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak,” ucap Sam’ani. Dilansir dari antaranews.com

Bupati Kudus menambahkan penerapan standar operasional prosedur (SOP) juga menjadi keharusan di setiap dapur MBG.

“Hasil rapat kemarin segera dicermati kemudian ditindaklanjuti. SOP harus terpampang di setiap SPPG dan harus ditaati,” katanya menekankan.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Berkat Mulia Sentosa yang juga guru besar Universitas Diponegoro, Bambang W.H.E.P., menyatakan komitmennya menjaga kualitas layanan gizi.

“Ada tiga hal yang perlu diawasi, pertama terkait sumber daya manusia (SDM) yang harus disiplin, kedua pengawasan saat makanan didistribusikan, dan ketiga saat penerimaan MBG di sekolah,” ujar Bambang