150 SDM PKH Lumajang Resmi Dilantik Jadi ASN PPPK Kementerian Sosial
- https://portalberita.lumajangkab.go.id/main/baca/aXKGgZdu
Lumajang, VIVA Banyuwangi –Sebanyak 150 Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH) Kabupaten Lumajang resmi diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Teknis Khusus Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Melansir dari situs resmi Pemkab Lumajang, mereka terdiri dari 130 pendamping PKH, 16 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), 3 pendamping Rehabilitasi Sosial (Rehsos), serta 1 Pelopor Perdamaian.
Acara pelantikan pun dilakukan serentak secara daring oleh Kementerian Sosial RI, sementara para ASN PPPK dari Lumajang mengikuti prosesi di Aula Nararyakirana, Lantai 3 Kantor Bupati Lumajang, Jumat, 3 Oktober 2025.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), yang hadir langsung dalam kegiatan, menyampaikan ucapan selamat sekaligus penegasan penting terkait tanggung jawab yang kini melekat pada para ASN PPPK.
“Hari ini wajah-wajah kalian tampak begitu bahagia. Namun, ingatlah bahwa kebahagiaan ini harus dibalas dengan pengabdian yang nyata. Syukur yang terbaik bukan dengan pesta, melainkan dengan bekerja lebih giat, profesional, dan penuh dedikasi demi rakyat,” ujar Bunda Indah
Selain itu, Bunda Indah menekankan bahwa ASN PPPK bukan hanya status, tetapi amanah besar. Ia menegaskan bahwa mereka kini adalah perpanjangan tangan pemerintah dalam memastikan berbagai program sosial sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Panjenengan semua adalah kaki tangan saya untuk membantu rakyat Kabupaten Lumajang. Dengan posisi ini, saya berharap saudara-saudara menjadi garda terdepan dalam mendampingi, menguatkan, dan memberdayakan keluarga penerima manfaat,” ungkapnya.
Pelantikan ini tidak hanya menandai pengakuan pemerintah terhadap dedikasi para SDM PKH selama ini, tetapi juga menegaskan posisi mereka sebagai agen perubahan sosial.
Maka, dengan status baru sebagai ASN PPPK, mereka diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih berkelanjutan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi pengentasan kemiskinan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan tugas mulia untuk memastikan rakyat Lumajang benar-benar merasakan kehadiran negara,” pungkasnya.