Jepang Buka 40 Ribu Lowongan Kerja untuk WNI, Gaji Tembus Rp55 Juta

Ilustrasi Negara Jepang
Sumber :
  • https://www.istockphoto.com/id/foto/penyeberangan-shibuya-yang-sibuk-di-tokyo-gm491924730-76028085?searchscope=image%2Cfilm

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Pemerintah Jepang kini membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, dengan kebutuhan mencapai 40 ribu orang.

img_title Pemerintah RI Dorong Perjanjian Bilateral untuk Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Kamboja

Tawaran menarik tersebut datang di tengah upaya memperkuat hubungan kerja bilateral dan mengisi sektor-sektor strategis di Negeri Sakura.

Ditjen Transmigrasi menyebut bahwa saat ini Indonesia telah mampu memenuhi sekitar 25 ribu dari total kebutuhan tersebut.

img_title Abdul Kadir Karding Akhiri Masa Jabatan Menteri P2MI, Janji Tetap Dukung Presiden Prabow

Meski demikian, angka tersebut masih meninggalkan celah besar yang bisa diisi oleh calon pekerja Indonesia di Jepang.

“Dan yang lebih menarik adalah bahwa ternyata masyarakat Jepang sangat menilai tenaga kerja di Indonesia karena keramah tamahannya, hospitality-nya,” kata Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman. Minggu, 5 Oktober 2025.

img_title Jepang Butuh 639 Ribu Tenaga Kerja, Indonesia Siap Kirim Pekerja Migran Terlatih

Menteri Transmigrasi melanjutkan bahwa gaji yang ditawarkan untuk pekerja dari Indonesia di Jepang bisa berada di kisaran Rp 25 juta hingga Rp 55 juta per bulan, tergantung sektor dan keterampilan.

Hal ini menunjukkan bahwa Jepang menghargai kualitas tenaga kerja asing yang akan dipekerjakan.

Sektor-sektor yang terbuka bagi tenaga kerja Indonesia antara lain pertanian, kelautan, konstruksi, dan perawatan.

Pemerintah juga tengah mengupayakan mekanisme magang 3–5 tahun, agar calon pekerja lebih dulu mengenal budaya kerja dan teknologi Jepang sebelum ditempatkan secara permanen.

Menurut Iftitah, kesempatan ini tidak hanya soal tenaga kerja, tapi juga kesempatan transfer teknologi dan investasi.

“Nanti tenaga kerja ini akan bekerja untuk perusahaan Jepang yang akan investasi di Indonesia,” ujar Menteri Transmigrasi. Dilansir dari tvonenews.com

Pemerintah berharap kolaborasi dalam skema ini bisa memberi manfaat berlipat bagi kedua negara.