Kementerian UMKM Dukung Perajin Batik Ciprat Difabel Situbondo Tembus Pameran Nasional

Deputi Kementerian UMKM Bagus Rachman
Sumber :
  • https://jatim.antaranews.com/berita/985081/kementerian-umkm-undang-perajin-batik-ciprat-situbondo-ikuti-pameran

Situbondo, VIVA BanyuwangiKementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memberikan perhatian khusus kepada perajin batik ciprat dari komunitas difabel di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Dukungan ini diwujudkan dengan rencana mengikutsertakan mereka dalam berbagai pameran batik dalam negeri agar karya mereka semakin dikenal luas oleh masyarakat.

img_title Satpolairud Situbondo Perketat Pengawasan Pengiriman Hewan Ternak di Pelabuhan Kalbut Jelang Idul Adha

Fokus utama pemerintah saat ini adalah membangun kemandirian pelaku UMKM, termasuk komunitas difabel Situbondo. Perajin batik ciprat dinilai telah menunjukkan semangat luar biasa dalam menciptakan karya yang bernilai jual. “Kemandirian dimaksud adalah peluang-peluang usaha bisa dijalankan baik dan menjadi sumber penghasilan buat mereka,” ujar Deputi Bidang Usaha Kementerian UMKM, Bagus Rachman, dikutip dari Antara Jatim.

Bagus juga menyampaikan kesiapannya untuk mendampingi pemerintah daerah Situbondo dalam proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) batik ciprat tersebut ke Kementerian Hukum dan HAM. Produk batik ciprat karya difabel dinilai tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang kuat karena dikerjakan dengan kreativitas tinggi. “Batik ciprat karya difabel ini sebenarnya masuk dalam ekonomi kreatif, karena ekonomi kreatif itu kan adalah sesuatu yang baru dibuat. Oleh karena itu saya juga sampaikan kepada bupati akan mengikutsertakan mereka pada agenda pameran-pameran batik dalam negeri,” tuturnya.

img_title Pesona Bendung Bajulmati: Melepas Penat di Bawah Rindangnya Hutan Belantara

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut bahwa keberadaan batik ciprat karya difabel memberikan dampak positif terhadap peningkatan taraf hidup para penyandang disabilitas di daerahnya. Pemerintah daerah, lanjutnya, tidak hanya memberikan bantuan pelatihan atau insentif, tetapi juga dukungan kebijakan yang berkelanjutan. “Kami dorong teman-teman difabel, dan tidak hanya diberi insentif, tidak hanya diberi pelatihan, tapi kami juga memberikan sentuhan kebijakan, dan bahkan saya sendiri menjadi brand ambassador batik ciprat ini dan alhamdulillah banyak sekali peminatnya,” ungkap Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dikutip dari Antara Jatim.

Hingga kini, batik ciprat hasil karya komunitas difabel Situbondo semakin diminati oleh masyarakat lokal maupun luar daerah. Produk mereka bahkan telah menembus pasar hingga Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan harga jual mencapai Rp150.000 per lembar.

img_title Dobel Sial Korban KDMP Sumberejo: Tak Ada Ganti Rugi, Deadline Hanya 2 Bulan!