BPS dan Diskominfotik DKI Jakarta Siapkan “Satu Data RW” untuk Pemetaan Kawasan Kumuh
- https://www.antaranews.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta mengembangkan sistem data terpadu bernama “Satu Data RW” yang salah satunya akan digunakan untuk memetakan kawasan kumuh di Ibu Kota.
“Tahun ini, Insya Allah kami bekerja sama dengan Diskominfotik DKI untuk Satu Data RW yang ingin masuk kepada kebijakan terkait dengan data RW kumuh,” ujar Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin dalam podcast bertajuk “Meningkatkan Literasi Statistik untuk Kebijakan Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global” di Jakarta. Rabu, 8 Oktober 2025.
Melansir dari laman antaranews.com, menurut Nurul inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan basis data yang akurat sebagai landasan perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), khususnya terkait penataan kawasan permukiman.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Data dan Statistik Diskominfotik DKI Octo Alexandro menjelaskan bahwa data terpadu tersebut tidak hanya akan memetakan kondisi fisik lingkungan, tetapi juga mencakup profil wilayah, seperti sarana dan prasarana yang tersedia serta tingkat ketahanan sosial masyarakat.
“Data yang dihasilkan dapat digunakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan maupun kebutuhan pembangunan lainnya,” ujar Octo.
Saat ini, proyek “Satu Data RW” masih dalam tahap pembahasan kuesioner antara BPS DKI dan Diskominfotik DKI. Pelatihan petugas pengumpul data dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga November 2025.
Sebelumnya, BPS DKI bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah mengembangkan Portal Satu Data Jakarta, yang dapat diakses publik. Portal tersebut akan hadir dengan tampilan baru berbasis kecerdasan buatan (AI) dan dijadwalkan diluncurkan pada Oktober 2025.
Versi terbaru portal ini memuat data dari 10 perangkat daerah, antara lain bidang pendidikan, kependudukan, kesehatan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), tenaga kerja, ketertiban umum, serta sosial.
Pemerintah Provinsi DKI menargetkan seluruh perangkat daerah dapat terintegrasi penuh dalam sistem tersebut.
Selain tampilan yang lebih interaktif, portal juga dilengkapi fitur analisis data. Misalnya, dalam bidang kesehatan, pengguna dapat melihat 10 penyakit tertinggi yang dirawat inap beserta wilayah sebarannya secara real time.