Inovasi Unik Jember, Kolam di Rumah Jadi Kunci Ekonomi Baru!

Kepala BSKDN Kemendagri menerima cenderamata dari Pemkab Jember
Sumber :
  • https://www.antaranews.com/berita/5161961/bskdn-inovasi-satu-rumah-satu-kolam-perkuat-ekonomi-lokal

Jember, VIVA Banyuwangi –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui inovasi lokal. Salah satunya lewat program Satu Rumah Satu Kolam yang kini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

img_title KASAU Hadiri Panen Raya Tebu di Jember, Tegaskan Dukungan Target Swasembada Gula Nasional

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menilai program ini sebagai langkah strategis yang mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

“Selama ini masih banyak yang salah paham, kalau inovasi itu harus digital, harus berbasis aplikasi. Padahal melalui inovasi yang terkesan sederhana seperti Satu Rumah Satu Kolam ini, manfaatnya luar biasa,” ujar Yusharto, dikutip dari ANTARA News.

img_title Program Kemitraan Jagung Jember Bantu Petani Lepas Dari Utang Yang Mencekik

Menurut Yusharto, program tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat dari tingkat rumah tangga. Ia menilai, Jember memiliki potensi besar dalam pengembangan inovasi berbasis sumber daya lokal.

“Melalui Satu Rumah Satu Kolam, masyarakat dapat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk budidaya ikan konsumsi. Hasilnya bisa untuk kebutuhan keluarga, bahkan menjadi peluang usaha baru,” jelasnya.

img_title Tak Terkalahkan! Tim Batara FC U12 Sapu Bersih Babak Penyisihan Pordes Cup VII 2026

Lebih lanjut, Yusharto menambahkan bahwa Jember sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur memiliki kekuatan sumber daya manusia dan pendidikan yang mumpuni. “Jember dikenal sebagai kota pendidikan, memiliki banyak universitas dan SDM unggul. Ini kekuatan besar yang bisa dioptimalkan dalam mendukung inovasi daerah,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mendorong agar Pemkab Jember memperkuat replikasi inovasi di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Dengan kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media, ekosistem inovasi Jember diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan, dilansir dari ANTARA News..

“Dari laporan inovasi tahun 2024, belum ada pembuktian dari sisi replikasi antar-OPD. Untuk itu, perlu keterlibatan multi helix agar inovasi Jember semakin berkembang dan memberikan manfaat luas,” tambahnya.

Sebagai perbandingan, Yusharto mencontohkan inovasi Pindang Patin dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang berhasil meningkatkan nilai tambah produk lokal melalui pengemasan modern. Menurutnya, pendekatan serupa dapat diterapkan di Jember agar Satu Rumah Satu Kolam tidak hanya menjadi gerakan rumah tangga, tetapi juga mendukung pertumbuhan industri kecil dan menengah.

Halaman Selanjutnya
img_title