Atlet Israel Dilarang Masuk, Pemerintah Konsisten Dukung Palestina

Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra
Sumber :
  • https://www.tvonenews.com/gallery-foto/berita/nasional/374737-yusril-ungkap-tim-reformasi-polri-paling-lama-diumumkan-oktober-2025

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Pemerintah Indonesia menegaskan sikap tegasnya terkait rencana kehadiran atlet senam Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.

img_title Pemerintahan Prabowo Siapkan Tim Khusus untuk Reformasi Polri

Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19–25 Oktober mendatang, namun dipastikan atlet Israel tidak akan memperoleh izin masuk.

Langkah pemerintah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menekankan bahwa Indonesia tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebelum negara tersebut mengakui kemerdekaan Palestina.

img_title Gubernur DKI Tegaskan Tunjangan DPRD Rp70 Juta Sepenuhnya Wewenang Dewan

Penolakan juga datang dari berbagai organisasi masyarakat, partai politik, hingga pemerintah daerah yang menyuarakan keberatan terhadap kehadiran atlet Israel di Jakarta.

“Pemerintah menegaskan tidak mengeluarkan visa bagi atlet Israel yang ikut kejuaraan senam artistik dunia di Jakarta pada 19–25 Oktober,” kata Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. Kamis, 9 Oktober 2025.

img_title Prabowo Gedor Reformasi Politik, Sinyal Perombakan Partai!

Menko Kumham Imipas menambahkan bahwa pemerintah konsisten dengan sikap politik luar negerinya.

“Pemerintah konsisten menolak Israel, termasuk dengan tidak memberikan visa bagi enam atlet yang dikabarkan akan mengikuti kejuaraan senam artistik dunia di Jakarta,” ujar Yusril. Dilansir dari antaranews.com

Yusril menjelaskan keputusan tersebut juga sudah dikoordinasikan dengan jajaran kementerian terkait.

“Surat sponsorship dari federasi senam artistik memang pernah ada, jelas beliau, namun kini dibatalkan karena sejalan dengan sikap pemerintah yang menolak atlet Israel,” jelas Yusril

Penolakan kedatangan atlet Israel juga digaungkan oleh pejabat daerah dan DPR. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan pihaknya tidak mengizinkan kehadiran atlet Israel di ibu kota.

Sementara Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mendesak pemerintah menunjukkan sikap politik luar negeri bebas aktif yang berpihak pada kemanusiaan dan sesuai amanat konstitusi.