Dishub Lumajang Gelar Operasi Gabungan Penertiban Angkutan Barang Guna Hindari Kemacetan Akibat Kendaraan Berat

Dishub Lumajang lakukan penertiban angkutan barang
Sumber :
  • https://portalberita.lumajangkab.go.id/main/baca/aXKGgpBu

Lumajang, VIVA Banyuwangi –Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pehubungan (Dishub) menggelar Operasi Gabungan Penertiban Angkutan Barang di sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Lumajang, pada Kamis, 9 Oktober 2025.

img_title Gas Melon Disorot! Bupati Lumajang Keluarkan Surat Edaran Tegas: Harga Maksimal Rp 18 Ribu, Pangkalan Dilarang “Main Mat

Operasi ini juga melibatkan tim gabungan dari Dishub, kepolisian, dan intansi terkait untuk menyasar titik-titik rawan kemacetan akibat kendaraan berat.

Kepala Dishub Lumajang, Rasmin, menuturkan bahwa hal ini dilakukan bukan hanya untuk penertiban saja, tetapi sebagai edukasi masyarakat serta pengemudi dalam menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman.

img_title Antrean Gas Melon Memanas di Lumajang: Warga Ditolak Karena Beda KTP, Keluhan Meledak di Media Sosial

“Langkah ini bukan hanya menertibkan, tapi juga mendidik pengemudi dan masyarakat. Kami ingin mereka memahami bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Truk besar yang lewat sembarangan bisa menimbulkan kemacetan dan kecelakaan, sehingga pengaturan jam operasional sangat penting.” ujar Rasmin dikutip dari laman resmi Pemkab Lumajang.

Selain mengedukasi, Dishub juga memanfaatkan operasi ini untuk memberikan sosialisasi langsung tentang tata cara berlalu lintas yang aman, termasuk jarak aman antar kendaraan, batas kecepatan, dan etika berkendara di jalan raya.

img_title Krisis Gas Melon Di Lumajang: Warga Tak Bisa Masak, Umkm Lumpuh, ASN Diduga Ikutan “Serbu” LPG Subsidi

Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk membangun kesadaran kolektif agar setiap pengemudi berperan aktif dalam menjaga keselamatan, bukan hanya mengandalkan aturan dan sanksi.

Lebih lanjut, setiap kendaraan diperiksa kelengkapan dokumen, izin trayek, serta kepatuhan terhadap jadwal operasional yang aman.

Dengan adanya pengaturan jam operasional truk, para pengguna jalan mengaku lebih nyaman dan aman, terutama pada pagi hari saat aktivitas padat.

Rasmin pun menegaskan, bahwa langkah ini akan menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dan operasi serupa akan digelar secara rutin.

“Keselamatan adalah hasil kerja sama. Edukasi, disiplin, dan kesadaran masyarakat sama pentingnya dengan aturan. Kita ingin semua pihak memahami dan menerapkannya,” tegasnya.

Melalui operasi gabungan ini, Lumajang menunjukkan bahwa pendidikan lalu lintas nyata di lapangan mampu menciptakan perubahan perilaku, menekan kecelakaan, dan membangun budaya tertib yang berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.