Menaker Yassierli Tekankan Pemerataan di Program Magang Nasional 2025

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli
Sumber :
  • https://www.tvonenews.com/gallery-foto/berita/nasional/378961-ump-2026-jadi-naik-atau-tetap-ini-penjelasan-menaker-yassierli

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa prinsip pemerataan menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program Magang Nasional 2025.

img_title Bakal Hadiri Puncak Hari Buruh 2026 di Monas, Menaker: Presiden Siapkan Hadiah Bagi Buruh

Program ini dirancang untuk membuka akses seluas-luasnya bagi lulusan baru di berbagai daerah dan bidang studi agar dapat memperoleh pengalaman kerja di dunia industri.

Menaker menjelaskan bahwa saat ini tercatat sekitar 1.000 perusahaan telah menyatakan kesediaannya berpartisipasi.

img_title Disambut Antusias, Program Magang Nasional Batch 2 Diikuti Lebih dari 62 Ribu Peserta!

“Rule pertamanya adalah kita ingin ada pemerataan, baik itu lintas geografi dan pemerataan program studi serta sektor industri,” kata Yassierli. Sabtu, 11 Oktober 2025

Proses pendaftaran perusahaan dan pengusulan program magang dijadwalkan berlangsung pada 1–14 Oktober 2025, disusul dengan pendaftaran peserta hingga 15 Oktober 2025.

img_title Menaker Yassierli Berangkatkan 2.000 Pemagang ke Jepang, Ini Target Besarnya!

“Kita tentu akan melihat tidak hanya posisi tertentu, tapi juga variasi jenis pekerjaan, sehingga berbagai program studi peserta bisa diakomodasi,” tambah Menaker. Dilansir dari antaranews.com

Menurut Yassierli, program ini menjadi kesempatan emas bagi perusahaan untuk memperkenalkan diri kepada para pencari kerja.

“Ini adalah kesempatan yang baik bagi perusahaan untuk mengenalkan perusahaannya kepada para pencari kerja,” ujar Yassierli

Menaker menambahkan bahwa program ini juga membantu lulusan baru memperoleh exposure industri dan meningkatkan kompetensi kerja.

Selain bermanfaat bagi peserta dan perusahaan, pemerintah memandang program ini sebagai bagian dari School to Work Transition Program atau jembatan antara dunia pendidikan dan kerja.

Pada tahap awal, Kemnaker menyediakan kuota 20 ribu peserta. Selama enam bulan, peserta menerima uang saku setara UMK/UMP, perlindungan Jamsostek, pendampingan mentor, serta sertifikat pemagangan.

Pendaftaran dilakukan melalui platform maganghub.kemnaker.go.id bagi lulusan maksimal satu tahun terakhir.