Proyek Rp 22,9 M Rehabilitasi DI Bajulmati Desa Wonorejo Diduga Gunakan Material Ilegal
- Palupi Ambarwati/ VIVA Banyuwangi
Situbondo, VIVA Banyuwangi –Proyek rehabilitasi perbaikan saluran Daerah Irigasi (DI) Bajulmati yang menelan dana Rp 22.941.070.400 di Desa Wonorejo diduga mendapatkan pasokan bahan material dari kawasan tambang ilegal. Pasokan material berupa batu dan pasir tersebut tersebut berasal dari galian liar yang berada di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Situbondo.
Proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas yang dilakukan di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur ini diduga bermasalah.
Pasokan bahan material yang digunakan untuk perbaikan DI Bajulmati mulai awal Bulan September 2025 itu dilaporkan berasal dari kawasan tambang ilegal.
Bahan material berupa batu, diduga berasal dari kawasan tambang ilegal di Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Sedangkan bahan material berupa pasir, diduga berasal dari kawasan tambang ilegal di wilayah Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
“Iya, memang benar. Untuk batu dari Kejoyo (Kabat) dan pasir ambil dari Asembagus. Semuanya sejak awal memang ambil disana,” ujar seorang pengemudi dumptruk, R.
Informasi tersebut ternyata juga pernah diterima oleh Staf PSDA Sampeyan Baru Bondowoso, Eko Pujiantoro terkait asal usul bahan material proyek rehabilitasi DI Bajulmati.
“Saya juga mendengar info itu, batu dan Kejoyo dan pasir dari Asembagus. Titik jelasnya dan status lokasinya, saya tidak tahu,” tutur Staf PSDA Sampeyan Baru Bondowoso, Eko Pujiantoro.
Sementara itu, Kepala Desa Wonorejo, Sumarto Adi mengaku tidak mengetahui sama sekali terkait asal muasal baahan baku material yang digunakan untuk pengerjaan proyek yang berasal dari dana tahung anggaran 2025 tersebut.
“Saya sama sekali tidak mengetahui asal bahan material itu. Mungkin bisa ditanya langsung pada pemasok bahannya,” kata Kepala Desa Wonorejo, Sumarto Adi pada VIVA News.
Pada kesempatan yang berbeda, penanggung jawab lapangan kontrakror Alen tidak merespon konfirmasi terkait asal muasal bahan material pada proyek yang menjadi kontraktor pelaksana PT Moderna Tehnik Perkasa.
Pertanyaan yang diajukan VIVA News dalam konfirmasi melalui sambungan percakapan whatsapps diabaikan lebih dari 48 jam