Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia, DPR Tekankan Perlunya Evaluasi Total
- https://www.tvonenews.com/gallery-foto/berita/nasional/379542-publik-minta-patrick-kluivert-mundur-dari-pelatih-timnas-indonesia-komisi-x-dpr-wajar-kekecewaan-masyarakat
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026 setelah kalah di babak kualifikasi keempat di Stadion King Abdullah Sport City, menjadi perhatian serius DPR RI. Minggu, 12 Oktober 2025.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, menilai hasil tersebut harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap sistem sepak bola nasional.
Menurut Lalu Hadrian, capaian timnas yang mampu bertahan hingga babak keempat memang layak diapresiasi karena menunjukkan adanya kemajuan.
Namun, hal itu tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri dan melupakan perlunya pembenahan mendasar.
“Kegagalan ke Piala Dunia harus jadi pelajaran berharga agar tim bisa dipersiapkan lebih matang ke depan,” ujar Lalu Hadrian dalam keterangannya. Senin, 13 Oktober 2025.
Lalu Hadrian menekankan bahwa evaluasi tidak cukup sebatas wacana, melainkan harus dijalankan secara konkret dan menyeluruh.
“Meski belum berhasil, capaian hingga babak keempat sudah merupakan prestasi, tapi tetap perlu evaluasi menyeluruh terhadap strategi, pemain, dan pelatih,” ungkap Wakil Ketua Komisi X DPR RI. Dilansir dari viva.co.id
Pembenahan tersebut, kata Lalu, perlu mencakup aspek teknis, manajerial, hingga kelembagaan agar sepak bola Indonesia memiliki arah pembinaan yang jelas dan berkelanjutan.
Lebih jauh, Lalu berharap kegagalan kali ini menjadi titik balik untuk memperkuat fondasi menuju Piala Dunia 2030.
“Semoga ke depan prestasi kita lebih baik lagi dan Piala Dunia 2030 harus kita persiapkan mulai saat ini,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI
Meski kecewa dengan hasil akhir, Lalu tetap menyampaikan apresiasi kepada PSSI, pelatih, dan para pemain.
Atas perjuangan mereka di ajang kualifikasi, serta mengajak seluruh pihak bersatu memperbaiki sepak bola nasional.