PBNU Tempuh Jalur Hukum, Gus Yahya Kecam Tayangan Trans7 yang Lecehkan Pesantren
- https://www.viva.co.id/foto/1854444-pbnu-bakal-gugat-trans7-gus-yahya-murka-terang-terangan-melecehkan-pesantren
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berencana menempuh langkah hukum terhadap tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang dianggap melecehkan pesantren dan para kiai.
Tayangan yang disiarkan itu menampilkan potongan video santri menyalami kiai dan disebut rela ngesot serta memberi amplop kepada tokoh agama. Senin, 13 Oktober 2025.
Cuplikan tersebut memicu kemarahan publik, terutama dari kalangan nahdliyin.
Banyak warganet menyerukan boikot terhadap Trans7 karena dinilai telah menyesatkan dan tidak menghormati tradisi pesantren.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan langkah hukum.
“Saya telah menginstruksikan kepada Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU untuk mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan terkait hal ini,” ujar Gus Yahya. Selasa, 14 Oktober 2025.
Ketua Umum PBNU juga menyampaikan protes keras atas tayangan tersebut bahkan hal itu telah mencederai prinsip jurnalisme dan berpotensi mengganggu ketenteraman sosial.
“Isi tayangan Trans7 itu secara terang-terangan melecehkan bahkan menghina pesantren dan tokoh-tokoh yang sangat dimuliakan oleh Nahdlatul Ulama,” kata Gus Yahya. Dilansir dari tvonenews.com
PBNU, lanjutnya, menuntut Trans7 dan Trans Corporation bertanggung jawab memperbaiki dampak sosial yang timbul.
Gus Yahya menekankan agar langkah tersebut nyata dan tidak berhenti pada permintaan maaf.
Menanggapi kontroversi itu, Trans7 akhirnya menyampaikan permohonan maaf resmi melalui akun Instagram-nya.
Dalam pernyataan tersebut, pihak Trans7 mengakui adanya keteledoran dan berjanji memperbaiki kesalahan yang telah merugikan keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo.