Tim DVI Polda Jatim Resmi Tuntaskan Identifikasi Seluruh Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

DVI Polda Jatim Tuntaskan Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny
Sumber :
  • www.antaranews.com

Surabaya, VIVA Banyuwangi – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menuntaskan proses identifikasi seluruh korban dalam tragedi robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo.

img_title Kapolda Jatim Gaungkan Semangat Jogo Jawa Timur di Pagelaran Wayang Kulit Hari Bhayangkara ke - 80

“Hari ini, tim DVI Polda Jatim telah berhasil melaksanakan identifikasi terhadap lima kantong jenazah. Seluruhnya cocok dengan lima nomor antemortem yang dilaporkan oleh keluarga,” kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim Kombes Pol M. Khusnan Marzuki di RS Bhayangkara Surabaya. 

Dengan tambahan lima korban yang telah identifikasi tersebut, seluruh 63 korban yang dilaporkan hilang telah berhasil diidentifikasi dari total 67 kantong jenazah yang diterima tim DVI.

img_title Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Dibekuk, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Resmi Dicabut

“Sampai hari ini, seluruh korban yang dilaporkan hilang sudah teridentifikasi. Total 63 orang telah diketahui identitasnya,”  jelas Kombes Pol M. Khusnan Marzuki, sebagaimana dilansir dari antarnews.com

Khusnan juga menyatakan bahwa operasi identifikasi korban telah dinyatakan selesai dan resmi ditutup, setelah seluruh proses verifikasi data medis, DNA, dan properti rampung dilakukan.

img_title Kronologi Atap Pesantren di Besuki Roboh, 1 Santriwati Meninggal Dunia

“Sudah selesai semuanya karena malam ini seluruh jenazah akan kami serahkan ke keluarga masing-masing sesuai dengan identitas yang telah terverifikasi,” ujar Kabiddokkes Polda Jatim. Rabu, 15 Oktober 2025.

Kabidookes Polda Jatim menambahkan, keberhasilan tim DVI mengidentifikasi seluruh korban dalam waktu singkat merupakan hasil kerja sama solid berbagai pihak.

“Kami bekerja dengan tim yang solid, didukung oleh Persatuan Dokter Forensik Indonesia, tim identifikasi, serta laboratorium DNA Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri. Semua bekerja maksimal, tanpa waktu yang terbuang sia-sia,”  ucap M. Khusnan Marzuki.

Menurut Khusnan, tim DVI bekerja selama 24 jam penuh dalam beberapa hari pertama sejak proses identifikasi dimulai, sehingga hasilnya bisa diselesaikan lebih cepat dari perkiraan awal. Ia juga menyebut seluruh kantong jenazah yang dikirimkan ke tim DVI telah teridentifikasi lengkap.

“Semua teridentifikasi melalui kombinasi data DNA, medis, dan properti. Tidak ada potongan tubuh yang belum teridentifikasi,” imbuh Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim.

Pada akhir pernyataannya, Kombes Pol Khusnan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para santri korban runtuhnya bangunan pesantren tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title