Usai Insiden Keracunan MBG, Pengelola SPPG Yayasan Gusti Maringi Mukti Sampaikan Permohonan Maaf
- www.antaranews.com
Tulungagung, VIVA Banyuwangi – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Yayasan Gusti Maringi Mukti di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan makanan yang dialami puluhan siswa SMPN 1 Boyolangu.
Akibat kejadian tersebut, pihak yayasan memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan operasional SPPG guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan.
Kepala SPPG Desa Tanggung, Fatkurrohman, mengatakan bahwa pihaknya sangat menyesalkan insiden yang menimpa 68 siswa setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim lembaganya.
Fatkurrohman juga menyatakan jika seluruh proses penyediaan makanan untuk MBG sebenarnya telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku saat ini.
"Kami sangat prihatin dan menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak. Ke depan kami akan lebih berhati-hati dan melakukan evaluasi agar kualitas menu MBG lebih terjamin," kata Kepala SPPG Desa Tanggung, Fatkurrohman. Rabu, 15 Oktober 2025.
Kepala SPPG ini juga menjelaskan jika lembaga yang dipimpinnya selama ini mampu menyiapkan 3.292 porsi MBG untuk sejumlah sekolah di Tulungagung.
Menu yang dikirim ke SMPN 1 Boyolangu sebanyak 1.120 porsi, dan insiden tersebut terjadi saat pengiriman perdana ke sekolah tersebut.
"Itu pengiriman pertama kali ke SMPN 1 Boyolangu, jadi kami sangat kaget atas kejadian tersebut," ungkap Kepala SPPG Desa Tanggung, sebagaimana dilansir dari antaranews.com.
Perwakilan Yayasan Gusti Maringi Mukti, Siti Hanifah, turut menyampaikan permintaan maaf dan rasa keprihatinan atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh menu MBG telah melalui proses uji coba oleh tim ahli gizi sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
"Menu nasi kuning ayam kecap yang disajikan juga sempat dicicipi oleh tim ahli gizi, dan kondisinya masih layak konsumsi. Bahkan perwakilan kami juga memeriksa ulang di malam hari dan hasilnya tidak menunjukkan tanda-tanda basi," jelas Perwakilan SPPG Yayasan Gusti Maringi Mukti.
Seperti diketahui, pada Selasa, 14 Oktober 2025, sebanyak 68 siswa SMPN 1 Boyolangu dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan usai mengonsumsi menu MBG. Seluruh siswa sempat mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat, dan kini sebagian besar telah membaik dan diperbolehkan pulang.